Lahan Sengketa di Lokasi Restoran Wong Solo Dieksekusi

0
750

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Sekitar 350 personil gabungan dari Polri dan TNI serta 3 unit alat berat jenis Excavator dikerahkan untuk mengeksekusi Restoran Wong Solo beserta 15 warung yang berjejer sepanjang sekitar 250 meter di Jalan Baru Kotaraja, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Selasa (8/5) pagi.

Proses eksekusi ini berlangsung dengan lancar meskipun sebelumnya terdapat protes dari salah seorang dari pihak tergugat berinisial SA pada saat dibacakannya putusan oleh pihak Kejaksaan Negeri Jayapura di lokasi eksekusi.

Diketahui, sengketa objek lahan perkara terjadi sejak tahun 2010 dengan pemohon eksekusi Albert Sia yang diwakili oleh kuasa hukumnya yakni Sihar Tobing,SH terhadap Direktur Utama PT.Erwindo Jaya Kencana, Patta Surung Hamang Daeng Pamaling sebagai tergugat atau kini disebut sebagai termohon eksekusi.

Juru sita Pengadilan Negeri Kelas 1A Jayapura, Frederik Padalingan mengungkapkan, eksekusi dilaksanakan sesuai surat putusan penetapan eksekusi dengan nomor 03/Pen.Eks/Pdt.G/2018/PN Jap. Sebelumnya, proses eksekusi diputuskan pada 2013 namun baru tahun ini berhasil dilaksanakan.

“Beberapa kali kita lakukan pemanggilan terhadap tergugat, namun beliau tidak pernah hadir di pengadilan untuk melakukan upaya hukum tingkat banding untuk perkara tersebut,” jelasnya saat diwawancarai di lokasi eksekusi, Selasa (8/5) pagi.


Lanjut Frederik, dalam perkara nomor 110 tahun 2010 dalam putusan sebelumnya dilanjutkan sampai tingkat kasasi namun bukan antara Albert Sia dengan Stefanus Adi (tergugat), melainkan antara Albert Sia dengan Patta Surung Daeng Hamang Pamaling (termohon eksekusi).

Dalam surat putusan disebutkan, bahwa putusan tersebut telah diberitahukan kepada tergugat pada tanggal 8 Oktober 2012, dan atas putusan tersebut tergugat mengajukan upaya hukum Kasasi dan telah pula diputuskan oleh Mahkamah Agung RI pada tanggal 27 Agustus 2013 dengan nomor 662K/PDT/2013 yang amar pokonya menolak permohonan kasasi.

Frederik menambahkan, ada 2 lahan sengketa yang dieksekusi dalam putusan itu, yakni seluas 12.690 meter persegi di sebelah utara Jalan Baru Kotaraja dan sebelah baratnya seluas 1.756 meter persegi.

Sementara itu, Kapolres Jayapura Kota AKBP Gustav R. Urbinas secara terpisah menjelaskan, dalam hal ini pihaknya membantu dalam hal pengamanan dengan melibatkan sekitar 350 personil mendampingi Juru Sita Pengadilan Negeri Jayapura untuk melaksanakan eksekusi yang tertunda sejak putusan tahun 2013.

“Hari ini kita melibatkan sekitar 350 personil gabungan termasuk juga diback up oleh Sabhara Polda, Brimob, Propam Polda dan juga dari Kodim untuk melakukan pengamanan ini,” terangnya.

Dikatakan, sebelum pelaksanaan eksekusi, surat pemberitahuan telah disampaikan pada tanggal 27 April lalu kepada penyewa tempat usaha di lokasi eksekusi dan juga kepada para pihak penyewa tempat usaha dari pihak yang menyewakan, namun tak diindahkan. (Paul/Koran Harian Pagi Papua)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here