Jumlah Pencari Kerja  di Kota Jayapura  Capai 20.000 Jiwa

0
433
KOTA JAYAPURA . (Eveerth Joumilena /Koran Harian Pagi Papua)

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Jayapura, Djoni Naa, di Kantor Wali Kota Jayapura. (Elsye Sanyi / HPP)JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Sebagai ibukota Provinsi Papua dan juga diibaratkan sebagai rumah kaca, membuat banyak orang beramai-ramai datang dan mencari kerja ke Kota Jayapura.

Hal tersebut menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Jayapura, Djoni Naa menjadi salah satu penyebab meningkatnya jumlah pencari kerja (pencaker) atau pengangguran di Kota Jayapura.

“Seperti awal tujuannya datang kemari untuk berkunjung, tapi karena bertepatan ada penerimaan pegawai makanya ia beramai-ramai juga mengurus kartu kuning disini dan kemudian memasukkan lamaran pekerjaannya di Kota Jayapura Itulah yang menyebabkan meningkatnya angka pencaker,” jelas Djoni kepada HPP di Kantor Wali Kota Jayapura, Selasa (8/5/2018).

Berdasarkan  datanya, Djoni mengakui,  bahwa jumlah pencaker hingga bulan Mei 2018 telah terdaftar sebanyak 20.000 orang dari total penduduk 417.000 jiwa di Kota Jayapura.

Ditambahkannya, jumlah tersebut meningkat dari tahun-tahun sebelumnya, karena ada penambahan dari sektor formal yang menganggur, termasuk para siswa SMA/SMK  yang lulus tahun ini, dan juga sama halnya dengan banyaknya mahasiswa yang diwisudakan di Kota Jayapura, baru-baru ini.

Kota Abepura, menjadi pemandangan bagi pemukiman masyarakat. Masyarakat wajib melakukan perekaman E-KTP. (Eveerth Joumilena /HPP)

Sehingga, dalam rangka mengurangi angka pencaker di Kota Jayapura, pihaknya terus berupaya melakukan pembinaan-pembinaan tenaga kerja bagi pencaker terutama dengan prioritas Orang Asli Papua (OAP).

“Mengingat Kota Jayapura hanya sebagai kota transit, maka kita berusaha agar di tahun-tahun mendatang kami dapat menyerap tenaga kerja yang banyak,  sehingga dapat mengurangi jumlah pengangguran,” harapnya. (Elsye Sanyi / Koran Harian Pagi Papua)

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here