Festival Cross Border  Skouw Promosikan Budaya Indonesia 

0
710
Diskusi bersama membahas Festival Perbatasan yang dibuka oleh Plh Sekda Kota Jayapura, M. Nurjainuddin Konu. (Elsye Sanyi / HPP)
Diskusi bersama membahas Festival Perbatasan yang dibuka oleh Plh Sekda Kota Jayapura, M. Nurjainuddin Konu. (Elsye Sanyi / HPP)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Kota Jayapura, M. Nurjainuddin Konu mengatakan, dengan adanya Festival Cross Border (FCB) atau festival perbatasan di wilayah Skouw Distrik Muara Tami, RI-PNG yang biasanya digelar itu, tentunya sangat potensial untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat luar yang tinggal berbatasan langsung dengan Indonesia.

 

“Kota Jayapura tidak memiliki sumber daya alam, akan tetapi memiliki panorama alam yang indah, sehingga menjadi daerah tujuan wisata di Indonesia bagian timur, di mana objek wisata yang karakteristik serta budaya yang masih terus dijaga menjadi salah satu tolak ukur wisatawan yang berkunjung ke Papua,” ujar M. Nurjainuddin Konu,  dalam arahannya dan sekaligus membuka secara resmi Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia melalui Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran Regional III, dalam rangka membahas event FCB di Skouw, Kota Jayapura, bertempat di Hotel Aston kota Jayapura, Selasa (8/5/2018) kemarin.

 

Konu harapkan,  melalui FGD itu, dapat menyamakan persepsi semua pihak terkait, yang bertujuan menciptakan event-event promosi wisata, guna mendatangkan banyak wisatawan ke Papua, khususnya melalui Event FCB yang rencananya akan digelar nanti.

 

“Tentunya FCB menjadi salah satu strategi untuk mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan dari negara tetangga PNG ke Indonesia melalui Skouw di Distrik Muara Tami, sehingga otomatis target dari pemerintah untuk meningkatkan jumlah pengunjung wisatawan mancanegara dapat tercapai. Sekaligus juga untuk menghidupkan nilai ekonomi, sosial budaya, serta memperkenalkan seni budaya dan destinasi di Indonesia khususnya Papua dan Kota Jayapura dan sekitarnya sebagai area cross-border beranda perbatasan NKRI,” sambungnya.

Wali Kota Jayapura, DR. Benhur Tomi Mano, MM., saat menyampaikan sambutan pada pembukana acara Festival Cross Border di Skouw Batas RI – Papua New Guinea. Dalam kegiatan sebelumnya. (Elsye Sanyi /Koran Harian Pagi Papua)

Konu juga berharap,  agar dari FGD tersebut bisa menghasilkan sebuah rekomendasi untuk perlu dibangunnya homestay atau penginapan di sekitar wilayah perbatasan.

 

Dengan adanya homestay atau tempat penginapan disekitar wilayah perbatasan RI-PNG, menurut Konu akan merangsang wisatawan untuk datang ke daerah perbatasan sesering mungkin untuk menikmati keindahan alam seperti watching sunset atau menonton senja sore matahari terbenam di perbatasan. (Elsye Sanyi / Koran Harian Pagi Papua).

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here