20 Persen Dana Desa di Keerom Sudah Diterima Semua Kampung

0
780
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Keerom, Triwarno Purnomo S.STP. Arif/HPP)
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Keerom, Triwarno Purnomo S.STP. (Arif/HPP)

Untuk ADD, Ada 41 dari 91 kampung sudah pemindahbukuan ke rekening kampung

KEEROM (LINTAS PAPUA) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Keerom, Triwarno Purnomo S.STP, mengemukakan bahwa untuk dana bagi kegiatan kampung yang ada di Keerom saat ini ada dua yaitu DD (Dana Desa) dari pemerintah pusat dan ADD dari Pemkab Keerom.

‘’Untuk DD saat ini semua kampung di Keerom sesuai ketentuan telah menerima dana sebanyak 20 persen, dengan total setahun dana bervariasi yaitu total antara Rp 800 juta hingga Rp. 1 miliar. Sementara untuk tahap kedua sebesar 40 persen tahap ketiga 40 persen,’’ ujar Triwarno Purnomo,  kepada HPP, belum lama ini di Kompleks Kantor Bupati Keerom.

Dia menyebutkan untuk tahap II sebesar 40 persen, diperkirakan akan cair pada minggu IV bulan Juni dan untuk tahap III sebesar 40 persen diperkirakan paling cepat bulan Juli.  ‘’Menyangkut DD ini ketentuan atau petunjuk teknisnya sudah disampaukan melalui Perbup, sampai saat ini tak ada petunjuk teknis lain diluar itu. Namun yang sekarang sedang dilakukan adalah penerapan aplikasi sistem keuangan desa,’’lanjutnya.

Pemerintah dan Masyaraat saat Jalan Santai HUT Keerom beberapa waktu lalu. (Arif /HPP)

Jika menyangkut DD semua kampung menerima secara merata, berbeda dengan dana ADD atau Alokasi Dana Desa yang bersumber dari APBD Pemkab Keerom. Menurut Kepala DPMK Kab Keerom, bahwa hingga saat ini sebanyak 41 kampung telah menerima ADD yang dilakukan melalui pemindahbukuan dari kas daerah ke rekening kampung masing-masing.

‘’Memang baru setengahnya yang telah menerima ADD, kalau yang belum karena itu terkait SPJ yang belum diselesaikan oleh kampung tersebut. Jadi kalau SPJ beres tentunya proses tidak terkendala,’’ungkapnya lebih lanjut.

Soal besaran ADD, menurutnya besarnya bervariasi namun kalau dirata-rata di kisaran Rp. 300 juta perkampung. Diakuinya untuk honor bagi aparatur kampung memang ada di program ADD tersebut sehingga kalau belum cair ADD tentunya aparatur kampung belum mendapatkan Siltapnya.

‘’Intinya kita harap SPJ mereka segera agar Siltap juga bisa langsung diterima aparat kampung. Dan kepada kampung kalau ada kesulitan soal pembuatan SPJ ADD tahun lalu silakan datang ke DPMK Keerom karena di kantor kami juga ada tenaga ahli soal membantu kesulitan kampung untuk menyusun SPJ, kami siap setiap hari kerja. Jadi kalau ada kesulitan silahkan datang saja kesini,’’pungkasnya.(Arif / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here