BEKRAF Sapa Masyarakat Kota Jayapura, Rintis Industri Digital

0
572
KOTA JAYAPURA . (Eveerth Joumilena /Koran Harian Pagi Papua)
KOTA JAYAPURA . (Eveerth Joumilena /Koran Harian Pagi Papua)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF), kini hadir menyapa masyarakat Kota Jayapura. Kehadiran lembaga ini sekaligus merintis pengembangan industri digital di bumi Cenderawasih dengan terlebih dahulu menyiapkan sumber daya manusia (SDM) mumpuni, melalui kegiatan Bekraf Developer Day (BDD) 2018, di Hotel Horizon Jayapura, Minggu (6/5).

Deputi Infrastruktur Bekraf,  Hari Santosa Sungkari mengatakan, pembangunan ekonomi Provinsi Papua terlihat masih bertumpu pada pengelolaan sumber daya alam. Dengan demikian, hal itu perlu ditopang dengan upaya alternatif supaya pertumbuhan ekonomi daerah terus berlanjut secara berkesinambungan.

“Salah satunya tentu dengan mengembangkan ekonomi kreatif digital yang bakal memberikan efek berkelanjutan untuk perekonomian daerah. Di antaranya melalui peningkatan pada nilai tambah bahan baku dalam negeri, penyerapan tenaga kerja lokal serta penerimaan devisa dari ekspor,” tutur Hari Sungkari dalam press conference, disela-sela BDD tersebut.

Lanjut ia, BDD merupakan sebuah event yang menghadirkan pakar dan praktisi aplikasi mobile serta game. Acara ini menyasar hadapan para calon developer muda Jayapura dalam sesi inspirasi dan talkshow.

Melalui kegiatan ini pun diharapkan menjadi langkah awal dalam menciptakan ekosistem ekonomi kreatif digital di Papua, khususnya Jayapura.

“Sebab peserta BDD yang terpilih akan mengikuti bimbingan secara online dalam pengembangan aplikasi dan game melalui plat arm decoding academy. Program ini merupakan upaya akselerasi dalam meningkatkan kualitas teknis developer lokal. Sehingga harapannya perekonomian daerah semakin baik dan rakyat semakin sejahtera,” tutur Hari.

Ketua Komunitas OS 17 Community Rudolf Lodewyk Kaitanus Maturbongs selaku pelaku ekonomi kreatif digital lokal pada kesempatan itu, mengapresiasi kegiatan BDD 2018 di Kota Jayapura. Kegiatan tersebut dipandang merupakan sebuah penghargaan bagi masyarakat Papua, khususnya anak-anak asli, yang  juga berkeinginan kuat untuk maju agar tak tertinggal dari daerah lainnya di Indonesia.

“Sehingga melalui kegiatan ini kami tertantang bukan hanya berharap lagi, tetapi kami mau segera beraksi sebab kami juga bisa maju. Karena kami sadar kalau hanya berharap dan tidak melakukan sesuatu, maka tidak akan mendapat apa-apa”.

“Makanya harapan saya, teman-teman yang sudah ikut kegiatan BDD dapat terinspirasi untuk mencoba belajar dicoding maupun hal kreatif lain yang didapatkan dari kegiatan tersebut, sehingga kedepan bisa menghasilkan sesuatu dan mampu berdampak bagi banyak orang,” ucap dia.

Tak ketinggalan Rudolf mengajak pelaku ekonomi kreatif muda Papua, dapat ikut mengangkat sekaligus memberdayakan budaya-budaya lokal bumi cenderawasih, seupaya tak hilang dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi saat ini.

“Tetapi sebaliknya, mencoba menumbuhkan serta mengangkat maupun memperkenalkan budaya-budaya Papua yang ada, untuk dijual keluar,” pungkas dia.

Sekedar diketahui, BDD Jayapura yang digelar kali ini merupakan kedua kalinya pada tahun 2018 setelah Kota Batam, pada 26 Maret lalu.

Sejumlah pembicara yang menjadi rockstar ekonomi kreatif digital tanah air, hadir untuk menginspirasi dan memberikan bimbingan teknis kepada para peserta seperti Founder Digltal Happiness Rachmad Imron.

Bersamaan dengan kegiatan BDD ini, Bekraf menghadirkan juga pameran aplikasi dari Industri Kreatif seperti IBM, Indosat, Samsung, dan Microsoft.

Seperti halnya BDD Batam, Bekraf kali ini juga menggandeng Dicoding Indonesia untuk menyelengarakan even ini yang didukung Asosiasi Game Indonesia, Dicoding Elite, Google DeveIoper Expert, Intel Innovator, Komunitaa ID-Android, Samsung DevelOper Warrior, dan perusahaan-perusahaan teknologi lainnya di Indonesia.  (Erwin / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here