Pemkab Jayapura Harus Mandiri, Berinovasi dan Manfaatkan Potensi

0
344
Wakil Bupati (Wabup) Jayapura, Giri Wijayantoro saat memberikan sambutan pada kegiatan Rakornis Pengelolaan Pendapatan Daerah Kabupaten Jayapura, di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (3/5) kemarin pagi. (Irfan/HPP)
Wakil Bupati (Wabup) Jayapura, Giri Wijayantoro saat memberikan sambutan pada kegiatan Rakornis Pengelolaan Pendapatan Daerah Kabupaten Jayapura, di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (3/5) kemarin pagi. (Irfan/HPP)

 

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Wakil Bupati (Wabup) Jayapura, Giri Wijayantoro menekankan kepada seluruh Perangkat Daerah (PD) untuk dapat terus berinovasi dalam memanfaatkan potensi yang ada guna menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Jayapura.

Karena menurut Wabup Giri, banyak potensi sumber PAD yang masih belum dikelola atau dioptimalkan secara baik oleh PD pengelola pendapatan daerah terkait.

“Oleh karena itu, potensi ini harus kita optimalkan sebaik mungkin. Terutama potensi wisata itu harus benar-benar kita manfaatkan, sehingga ada pendapatan asli daerah. Dengan begitu, suatu saat kita di Pemerintah Kabupaten Jayapura bisa membiayai dirinya sendiri dan menjadi pemerintahan yang mandiri tanpa terus berharap bantuan dari pemerintah pusat dan provinsi,” tuturnya.

Maka itu, kata Wabup Giri setiap PD wajib bekerja dan berinovasi untuk bagaimana bisa mendapatkan PAD.

“Jadi, tidak terus membebankan pemikiran itu kepada Bappenda sebagai PD teknis. Tetapi, bagaimana dampak dari apa yang dikerjakan oleh PD lainnya bisa membuat daerah ini memiliki PAD sendiri,” jelasnya.

Untuk itu, Wabup Giri juga menyerukan agar upaya dan inovasi setiap PD dalam mendapatkan PAD tidak boleh menyusahkan masyarakat.

“Tapi, sebaliknya memberikan kemudahan kepada masyarakat. Sehingga masyarakat akan memberikan pajak dari PPN yang di produksi oleh masyarakat itu sendiri,” katanya.

Disebutkannya, salah satu contoh yaitu rumah makan. Itu bisa dikenakan PPN (Pajak Penghasilan) sebesar 10 persen. Yang mana, dikenakan bukan perusahaan nya atau rumah makan itu sendiri. Tetapi, menjadi tanggungan dari mereka yang makan ditempat tersebut.

“Dengan begitu, tidak membebani siapapun. Nah, disitu kita berpikir sama-sama menguntungkan antara masyarakat dan pemerintah,” cetusnya.

Wakil Bupati (Wabup) Jayapura, Giri Wijayantoro saat memberikan sambutan pada kegiatan Rakornis Pengelolaan Pendapatan Daerah Kabupaten Jayapura, di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (3/5) kemarin pagi. (Irfan/HPP)

Sementara itu ditempat yang sama, Kepala Bappenda Kabupaten Jayapura, Theopilus Hendrick Tegai menjelaskan pelaksanaan kegiatan Rakornis Pengelolaan Pendapatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman bersama bagi 14 Perangkat Daerah (PD) pengelola PAD serta 2 dari pihak BUMN dan BUMD.

Sebab, potensi PAD seperti arahan dari Wakil Bupati Jayapura, kata pria yang akrab disapa Theo itu, cukup banyak PAD di daerah ini. Tetapi, ada beberapa potensi yang belum digali untuk meningkatkan penerimaan PAD.

“Nah, mengacu ke target tahun ini, ditahap awal direncakan sekitar Rp. 103 miliar. Dan, kita harapkan nanti di APBD-Perubahan ada peningkatan (penambahan). Kalau ada tambahan Rp 10 miliar sampai Rp 15 miliar, itu berarti ada progress yang luar biasa. Tapi, kalau tidak ada penambahan. Ya, jangan kita bicara perbelanjaan dulu seperti itu,” paparnya.

Kepala Bappenda Kabupaten Jayapura, Theopilus H. Tegai (Irfan/HPP)

Karena struktur APBD, Theo menerangkan, itu kan harus ada pendapatan dulu baru bicara belanja.

“Itu yang sesuai ketentuan. Oleh sebab itu, pelaksanaan rakornis ini kita harapkan ada partisipasi atau kontribusi dari semua PD untuk peningkatan penerimaan daerah,” tuturnya.

Selain itu, Theo berharap ada dukungan dari pihak swasta maupun masyarakat.

“Sebab, pemerintah tidak bisa jalan sendiri. Apalagi masyarakat sebagai pelaku usaha yang telah memiliki NPWP Kabupaten Jayapura harus berkontribusi dalam melunasi kewajibannya agar ada penambahan PAD setiap tahun,” imbuhnya. (Irfan/ Koran Harian Pagi Papua)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here