Suasana kegiatan Gernas Baku 2018. (Arif /HPP)

Hal ini disampaikan Bunda PAUD dan Sekda Keerom dalam Sosialisasi Gernas Baku 2018

KEEROM (LINTAS PAPUA)  – Dalam rangka membudayakan kembali minat dan budaya membaca bagi anak-anak maka peran orang tua diminta membantu untuk meningkatkan minat baca dengan cara membiasakan kembali membaca buku cerita atau dongeng dengan anak-anaknya. Hal ini disebutkan sebagai langkah awal untuk kembali meningkatkan minat baca kepada anak-anak usia PAUD.

Bunda PAUD Kab Keerom, yang juga ketua TP PKK Keerom, Ny. Cicih Mintarsih Markum menyampaikan hal ini saat membuka kegiatan sosialisasi Gernas Baku (gerakan nasional baca buku) Tahun 2018 tingkat Kabupaten Keerom, di Gedung Pramuka, Arso Swakarsa, kemarin (2/5).

‘’Anak adalah anugerah Tuhan yang harus dijaga dan ini adalah tanggungjawab  kita bersama yaitu orang tua masy, masyarakat dan pemerintah, agar mereka mendapatkan pendidikan sejak usia dini. Pemerintah tentunya tak akan sanggup membangun smua sekolah untuk mereka, demikian pula sekolah tak serta merta melahirkan anak cerdas, santun dan memiliki budi pekerti tanpa dukungan ortu dan masyarakat,’’ ungkapnya pada kesempatan tersebut.

Untuk itu ia berharap orang tua, masyarakat mampu bersinergi dengan pemerintah. ‘’Ini tentunya agar arah pembangunan pendidikan nasional bisa tercapai. Syaratnya tiga pilar ini harus mampu bersinergi dengan baik,’’tambahnya.

Sementara itu,  Bupati Keerom, yang diwakili Sekda Keerom, Drs. Blasius Waluyo Sejati MM, mengemukakan agar orang tua mulai membacakan cerita atau dongeng kepada anak-anaknya agar dapat menumbuhkan minat baca kepada anak-anaknya.

‘’Dengan cara membacakan buku kepada anak-anak ini selain menumbuhkan minat baca kepada anak juga secara psikologis akan mendekatkan anak kepada orang tuanya. Kalau ibu-ibu memang sudah jelas, mereka ada waktunya namun untuk para ayah cobalah untuk luangkan waktu untuk membacakan buku bagi anaknya,’’ungkapnya.

Selain itu ia juga mengingatkan meskipun saat ini diera orang memang HP Android bisa membaca melalu e-book dan lainnya, namun membaca melalui buku tetap memiliki kelebihan yang tak dimiliki HP. Diantaranya menyangkut buku tak perlu pulsa dan juga tak perlu charger, sehingga selain lebih ekonomis juga bisa dibaca secara bergantian di keluarga.

‘’Untuk itu jangan tinggalkan buku, kenalkan kepada anak-anak kita budaya membaca buku, termasuk kita sendiri harus mulai membuadayakan diri membaca buku,’’pesannya.

Kegiatan Gernas Baku 2018 ini dimaksudkan untuk membangkitkan minat baca sejak anak usia dini sehingga perlu dukungan orang tua. Pada kegiatan ini selain Bunda PAUD dan Sekda Keerom juga hadir Forkompinda, pengasuh atau pendidik PAUD, dan  organisasi wanita lainnya. (Arif /Koran Harian Pagi Papua)