Kesejahteraan dan Keamanan Harus Seiring Sejalan

0
833
Selain Brimob. Sebelumnya Personial TNI bersama Tim Kesehatan yang diturunkan langsung ke Kampung Pedam. Kabupaten Pegunungan Bintang. (ISTIMEWA)

Dandim 1701/Jpr, Letkol Inf. Nova Ismailyanto tentang kondisi keamanan Jelang Pilgub di Keerom

KEEROM (HPP) – Dandim 1701/Jpr, Letkol Inf. Nova Ismailyanto mengemukakan bahwa pembangunan kesejahteraan dan keamanan harus seiring sejalan. Karena program pembangunan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan tentunya bisa dijalankan apabila keamanan juga ada.

Dandim mengemukakan hal ini dalam sebuah kesempatan di Gedung Pramuka, Arso Swakarsa belum lama ini. ‘’Seorang pakar mengatakan mana yang lebih penting kesehjahteraan atau pengamanan, namun semuanya sepakat bahwa kedua bidang ini harus seiring sejalan, karena program yang direncanakan untuk jalankan tentunya membutuhkan keamanan,’’ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa semua pihak perlu berperan untuk mewujudkan keamanan tersebut. ‘’Sesuai UUD tahun 1945 bahwa setiap warga negara punya peran dalam soal bela negara. Maknanya bela negara adalah daya tanggap dan daya tangkal untuk tak memasukan pengaruh buruk negtif ke diri kita, keluarga  dan masyarakat serta lebih luas yaiutu negara,’’lanjutnya.

Karenanya, ia berharap agar Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua tahun ini benar-benar dapat dijalankan dengan baik dan demokratis untuk tujuan akhir adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

‘’Kita tak punya pikiran dan tak punya keinginan kalau hanya dengan 5 menit kita mencoblos, belakangan akan menyisakan penderitaan dan masalah yang panjang terutama bagi masyarakat. Jangan sampai karena elit bertarung justru rakyat yang jadi korban. Pemilu ini harus berlangsung jujur transparan, lancar dan berhasil,’’lanjutnya lagi.

Ditambahkan bahwa dalam perspektif militer, potensi kerawanan perlu dipetakan dan dikelola baik agar atk terjadi hal yang dikhawatirkan tersebut. Menurutnya ada 5 potensi kerawanan dalam Pilgub ini yang diharapkan bisa dihindari

‘’Yang pertama adalah bergesernya nilai postif. Untuk para pengayom umat seperti ustad, pendeta, pastor dan tokoh agama jangan karena dukungan pribadi akhirnya menggiring opini kepada masyarakat untuk kepentingan politik tertentu itu adalah potensi kerawanan. Maka harap bisa dipisahkan peran sebagai pengayom umat dan perannya sebagai orang biasa,’’terangnya.

Selain itu potensi kerawanan lain yang perlu diantisipasi adalah Money politik, kamuflase agama dalam politik serta kriminalisasi di daerah perbatasa. ‘’Saat ini nilai di masyarakat kita sudah mulai bergeser dari budaya kerja keras ke budaya mendapat hasil banyak dan cepat, sekarang ini ada yang pikir gampang, tanam ganja, tak dirawat tumbuh, hasilnya mahal dapat uang banyak. Apakah hal ini kita mau biarkan, ini akan jadi potensi kerawanan juga,’’terangnya lagi.

Untuk itu menurut Dandim, pihaknya tak akan segan segan untuk bertimndak tegas. ‘’Lebih baik kita matikan virus satu daripada nanti meracuni masyarakat banyak. Kalau Kapolres minta bantuan untuk kita sikat, maka kita akan sikat habis,’’pungkasnya. (Arif/HPP))

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here