Nampak para pemateri dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Jayapura ketika menyampaikan materi kepada para peserta Binmatkum, di Aula Kantor Distrik Waibhu, Kabupaten Jayapura, Jumat (27/4/2018). (Irfan/HPP)

SENTANI (LINTAS PAPUA)    Kejaksaan Negeri (Kejari) Jayapura bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura, menggelar kegiatan bimbingan masyarakat taat hukum (Binmatkum) di Aula Kantor Distrik Waibhu, Kabupaten Jayapura, Jumat (27/4/2018).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan negeri (Kajari) Jayapura, M. Teguh Basuki, didampingi Assen I Bidang Pemerintahan Umum Setda Kabupaten Jayapura, Abdul Rahman Basri, S.Sos, M.KP, dan Kepala Distrik Waibhu Willem Felle.

Adapun 45 peserta yang terdiri dari Kepala Kampung, Sekretaris Kampung, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda dan tokoh perempuan di 7 kampung se-Distrik Waibhu.

Kajari dalam materinya membahas masalah penting soal tindak pidana korupsi (Tipikor), peran dan fungsi kejaksaan serta peran tim pengawal dan pengaman pemerintah dan pembangunan daerah (TP4D).

“Kegiatan yang kami laksanakan ini adalah bimbingan masyarakat taat hukum (Binmatkum), yang merupakan salah satu fungsi dari jaksa,” ucapnya.

Jaksa memiliki tiga fungsi, kata Kajari, pertama sebagai penuntut umum di bidang pidana mempunyai tugas sebagai penyidik dan juga eksekutor, kedua di bidang perdata atau tata usaha negara (TUN) mempunyai tugas sebagai pengacara negara dan ketiga di bidang ketertiban umum yakni jaksa ikut serta bertanggungjawab untuk ketenteraman, keamanan dan ketertiban umum yang sebagai leadernya di pemerintah daerah.

“Kita di jaksa mempunyai program pembinaan masyarakat taat hukum atau Binmatkum, yang merupakan fungsi dari intelijen untuk ikut menjaga keamanan dan ketertiban,” jelasnya.

Selain itu, dari penjelasan Kajari Jayapura, M. Teguh Basuki, pihaknya sekarang lagi menggalakkan Jaksa masuk Sekolah untuk melakukan kegiatan penyuluhan hukum maupun Binmatkum.

“Jadi, nanti di lain waktu kita akan masuk juga ke sekolah-sekolah seperti SMP atau SMA guna memberikan penyuuuhan hukum. Karena masalah itu, begitu penting disampaikan kepada para pendidik, untuk memperkenalkan mereka kepada hukum untuk mejauhi hukum dan terus diingatkan kepada mereka,” jelasnya.

“Kami pun berharap penyampaian ini benar-benar dapat berjala dengan baik kedepa, semua demi kemajuan Negeri, terlebih Kabupaten Jayapura,” tandas M. Teguh Basuki. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)