Keluarga Kecewa dan Mendesak Polda Papua Ungkap Pelaku Pembakaran Rumah Pribadi Bupati Pegubin

0
467

 

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – Kasus pembakaran rumah pribadi Bupati Pegunungan Bintang (Pegubin), Costant Oktemka yang terjadi pertengah April, kini dalam penyelidikan kepolisian, sehingga pihak keluarga meminta agar aktor – aktor tersebut bisa diungkap secara jelas.

“Kami sangat kecewa dengan kebakaran rumah  pribadi, hal ini seperti telah direncanakan pada saat kejadian tanggal 12 April 2018 lalu, sebab yang membuat hal ini tinggal di tempat lain dan kami minta pihak kepolisian untuk ungkap jelas pelakunya,” ujar Perwakilan Keluarga Bupati Pegubin, Lester Apintaman, S.Sos., dalam sebuah keterangan pers di Abepura, Rabu (25/4/2018).

Disampaikan, bahwa setelah kegiatan pemerintah merayakan ulang tahun, lalu mereka hancurkan panggung dan massa diarahkan menuju kerumah bupati, jadi bukan kediaman bupati.

“Hal ini rumah pribadi bupati, dan ini sudah dibangun rumahnya sejak Bupati masih duduk menjadi Anggota dewan, kami keluarga sangat kecewa, sehingga kami menuntut harus diproses pelaku – pelakunya,” kata Lester, yang dibenarkan Pdt. Yehezkiel Kaladana, S.Th.

Pihaknya menegaskan, kalau lambat sampai satu bulan atau dua minggu, keluarga akan cek terhadap kepolisian, dalam hal ini kami keluarga tidak melakukan pembalasan terhadap teman – teman yang melakukan pembakaran,  namun kami serahkan semua kepada keplisian,

Sementara itu, Perwakilan Keluarga Korban,  Yohanis Kakyarmabin menjelaskan, bahwa dari pihak keluarga sangat dirugikan , sehingga ingin bertanya bagaimana penanganan dari kepolisian.

“Apakah sudah sejauh mana dan kami akan cek, sebab Pa Bupati Costan sudah meminta kepada kelurga untuk serahkan kepada pihak  berwajib,” katanya.

 

“Kami berharap pihak kepolsiain aktor dibalik kejadian ini, kami berikan wakru untuk segera, sebab hal ini sudah dua minggu, sehingga kalau bisa kepolisian mengumumkan, sebab sebagai warga negara punya hak untuk mengetahui,” tegasnya.

Disampaikan, jika tidak umumkan aktor, tentunya hal ini mengambang, apalagi kasus kejadian sudah dua minggu lebih dan keluarga akan mengecek di Polda dan Polres Pegunungan Bintang.  (*)