JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Munculnya pemberitaan  berita terkait dengan pemain muda Persipura Gunansar Papua Mandowen yang masih terikat kontrak  dengan klub Jember United 2015-2022, di bantah dengan tegas oleh Manajemen Persipura Jayapura.

“Saya sampaikan bahwa kami Persipura Jayapura sudah mendapatkan surat dari PSSI tertanggal 2 April nomor surat 1695/AGB/209/ VI-2018 tentang ahli status terhadap pemain Gunansar Papua Mandowen. Pertama saya sampaikan bahwa kami Persipura sudah mendapatkan surat dari PSSI tertanggal 2 April Nomor surat 1695/ AGB/209/VI2018 tentang ahli status terhadap pemain Gunansar Papua Mandowen. Pemain yang bersangkutan diklaim milik Jember United, kita bicara pemain amatir mapun profesional itu payungnya ada satu di fede rasi PSSI,” kata Sekretaris Umum Persipura, Rocky Bebena kepada awak media di Jayapura, Selasa, (24/04) sore kemarin.

Rocky menerangkan,  untuk pemain atas nama Gunansar Papua Mandowen kami daftarkan yang bersangkutan di Persipura berdasarkan keikutsertaannya pada Kompetisi 2017 dari Persipura Usia 19 Tahun.

 

“Atas dasar itu kami buat surat kete rangan kepada Persipura U-19 sehingga proses itu yang kita daftarkan untuk proses ahli status,” ungkapnya.

 

Kalau ada pernyataan terkait dengan dia milik tim lain jawabannya singkat saja. Pada saat kita proses pendaftaran pemain waktu di Liga 1 Usia 19 tahun pro ses pendaftaran pemain itu lewat Link Liga Indonesia Baru (LIB). Proses keabsahan  status yang bersangkutan dimasukan dalam sistem.

 

“Pada saat itu dari semua pemain yang kita daftar, hanya ada dua pemain yang ditolak oleh sistem yaitu Daniel Asmuruf dan Zidane Pulanda. Daniel Asmuruf terdaftar sebagai pemain Sriwijaya FC kemudian Zidane Pulanda terdaftar sebagai pemain Borneo FC,” terangnya.

 

Ia menjelaskan, karena di tolak oleh sistem maka dua pemain ini yang kita sampaikan permohonan surat keluar mereka dari Sriwijaya FC dan Borneo FC untuk kita daftarkan ke Persipura Usia 19 tahun. Proses itu kami up date termasuk Gunansar Papua Mando wen, Gunansar tidak di tolak oleh sistem dan yang bersangkutan diterima oleh sistem yang di keluarkan oleh Federasi  dan itu diketahui juga oleh AFC dan FIFA.

Aplikasi yang dibuat oleh PSSI adalah aplikasi resmi yang semua anggota klub Federasi baik itu Amatir maupun Profesional mempunyai status yang sama proses pendaftaran melalui online.

“Jadi kita tidak pernah melakukan komunikasi dengan manual pendaftaran kepada federasi, semua yang kita lakukan itu semua secara online,” tegasnya Jadi kalau akhirnya ada pernyataan seperti itu, harusnya PSSI tahu dan sistem tolak pada saat

kita daftarkan pemain bersangkutan. Tapi saat kita daftar tidak ada penolakan berarti di dalam aplikasi sistem itu saja dia dinyatakan tidak terdaftar disalah satu klub. Jadi kalau ada tim yang mendaftar bersangkutan, siapa saja bisa daftar, sepanjang itu tidak ada dalam sistem, semua pemain dan tim yang punya link ke PSSI pasti ketahuan ketika mau melakukan perpindahan dan lain sebagainya pasti ketahuan.

“Kami hanya mengacu pada sistem aplikasi yang dibuat oleh PSSI dan terakhir waktu kita up date Gunansar per 24 Juli 2017, dan bukan saja Gunansar tetapi semua pemain Liga 1 U-19 Persipura dan dia sudah ikut Kompetisi dan terdaftar sebagai pemain kami,” ujarnya.

Kalau berbicara dia tanda tangan kontrak sedangkan yang bersangkutan mengatakan, dia tidak pernah ada kontrak dengan mereka, hanya semacam kesepakatan“Jadi kalau mau diproses saya pikir Persipura bukan tim yang asal-asal saja copot dan comot pemain. Kami melakukan semua itu sesuai dengan mekanisme dan prosedur. Kami juga sudah menyurati PSSI atas dasar surat ini kami sudah sampaikan bahwa proses yang kami lakukaan seperti ini dan sistem justru tidak menolak dia,” tutupnya. (Geis Muguri  / Koran Harian Pagi Papua)