Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E., M.Si, saat foto bersama dengan Ketua PKK Kabupaten Jayapura, Magdalena Lutusmas Awoitauw, S.Pd, Wakil Bupati Jayapura Giri Wijayantoro, Ketua Panitia peringatan Isra MiRaj Siti Aisah Giri Wijayantoro, Dandim 1701/Jayapura Letkol Inf. Nova Ismailyanto, Ketua MUI Kabupaten Jayapura, H. Makmun Rosyidi, Asisten I Setda Kabupaten Jayapura, Abdul Rahman Basri, Kabag Sumda Polres Jayapura AKP. Mansyur serta Panitia Peringatan Isra Miraj, di Masjid Agung Al-Aqsha Sentani, Sabtu (14/4/18). (Irfan /HPP)

 

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E, M.Si, menegaskan, persoalan pembangunan menara Masjid Agung Al-Aqsha ini sudah selesai dan final.

Persoalan menara masjid ini sudah selesai. Jadi, pembangunan yang dilakukan oleh teman-teman di Masjid Al-Aqsha tetap berjalan dan hanya menyesuaikan dengan ketentuan yang ada, tegas Bupati Mathius ketika dikonfirmasi wartawan usai rapat atau pertemuan dalam rangka penyerahan hasil kerja Tim 6 terkait masalah kerukunan umat beragama di Kabupaten Jayapura, yang berlangsung di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Senin (23/4/2018).

Menurutnya, keputusan ini sudah terwakili baik dari kelompok umat Muslim maupun umat Kristen yang luar biasa, karena tokoh-tokoh ini adalah tokoh-tokoh agama yang ada di provinsi ini dan juga didukung oleh beberapa orang.

Oleh karena itu, pikiran-pikiran mereka ini sudah mewakili ketokohan yang ada di dalam tim itu. Mereka juga sudah membangun komunikasi dengan berbagai pihak untuk mendapatkan masukan dan pikiran, sehingga saya pikir keputusan ini sudah bagus, tuturnya.

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, saat diwawancara. (Irfan /Koran Harian Pagi Papua)

Terakhir dari pihak bandara, yang telah memberikan aturan terkait ketinggian suatu bangunan dan sudah berlaku secara internasional, bukan hanya peraturan nasional saja, sambung Mathius Awoitauw.

Inti dari semua persoalan ini, Bupati Mathius menuturkan, peristiwa ini harus menjadi pembelajaran untuk semua pihak bahwa negara ini ada yang mengatur dan juga ada ketentuannya. Kita semua harus mematuhi aturan dan kita tidak seenaknya saja membangun apapun, itu harus ada ijin mendirikan bangunan dari pemerintah daerah setempat, tuturnya.

Lanjut Bupati Mathius, kedepan khususnya di Papua ini dan di tempat lain juga harus ada etika toleransi, hubungan-hubungan kemasyarakatan dan hubungan sosial.

Hal ini perlu diperhatikan, karena ada surat kesepakatan brsama antara Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri yang memuat hal itu harus ada persetujuan dan mungkin hal-hal ini yang perlu di sosialisasikan kedepannya. Tadi (kemarin) juga sudah disampaikan oleh pak Dandim dan pak Kapolres, agar apa yang telah dibangun dan dijalin ini harus di sosialisasikan terus pikiran-pikiran seperti ini, katanya.

Menurutnya, kalau ada masalah di Kabupaten Jayapura, maka orang yang ada di daerah ini yang harus menyelesaikannya dan tidak perlu dibawa keluar. Karena dengan adanya peristiwa kemarin ini diluar sana menjadi ramai.

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E, M.Si, dan Ketua TP-PKK Kabupaten Jayapura, Ny. Magdalena Luturmas Awoitauw, S.Pd, ketika berpose bersama dengan aparat keamanan baik anggota Kepolisian maupun TNI yang melakukan pengamanan dalam ragkah Hari Raya Paskah tahun 2018 di Gereja GKI Eloi BTN Puskopad, Jumat (30/3/2018) lalu. (Irfan / HPP)

Selain itu, kata Bupati Mathius, kebutuhan akan rumah ibadah adalah masyarakat disini yang paling membutuhkan dan tidak ada hubungannya dengan orang yang ada diluar. Karena kita tidak pernah ikut mengurusi dan juga mencampuri urusan diluar sana.

Oleh karena itu, kita lokalisir (masalah) ini dan juga ini menjadi pembelajaran untuk semua. Kalau ada masalah disitu biarlah diselesaikan disitu saja. Apalagi kepala daerah baik gubernur, walikota dan bupati telah diberikan kewenangan oleh Negara sebagai ketua tim penyelesaian konflik dimanapun, sehingga hal itu kita sudah ambil alih penyelesaiannya, kata Mathius Awoitauw.

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E., M.Si, secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XXVII tingkat Kabupaten Jayapura, bertempat di Pondok Pesantren Tarbiyatussibyan, Doyo Baru (Irfan / HPP)

Dari peristiwa ini, Bupati Mathius menyampaikan, hidup teratur, tertib dan taat aturan itu sangat penting. Jadi, semua orang harus paham bahwa hidup tertib dan teratur itu telah diatur oleh Negara, imbuhnya. . (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)