BTM dan Rustan Tinjau Pelaksanaan UNBK Tingkat SMPMTS se-Kota Jayapura. (Elsye /HPP)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Meski terputusnya kabel fiber optic di Kabupaten Sarmi-Kabupaten Biak dan belum diperbaiki, namun Wali Kota Jayapura DR. Benhur Tomi Mano, MM memberikan apresiasi kepada PT. Telkom Wilayah Papua atas kerja sama dan dukungannya dalam menstabilkan jaringan internet sehingga pelaksanaan hari pertama Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP/MTS se-Kota Jayapura berjalan lancar dan sukses.

 

“Terima kasih kepada PT. Telkom karena telah memastikan jaringan internet selama UNBK aman dan stabil, dengan penambahan bandwidth, saya harap jaringan internet ini stabil hingga hari terakhir pelaksanaan UNBK,” katanya saat meninjau pelaksanaan UNBK di SMPN 1 Jayapura, Senin (23/4).

 

Berdasarkan pantauan HPP, di hari pertama pelaksanaan UNBK SMP/MTS se-Kota Jayapura, Wali Kota Jayapura meninjau beberapa sekolah yang melaksanakan ujian diantaranya SMPN 6 Tanjung Ria, SMP YPK Sion Dok VIII, SMP Hikmah Yapis Dok V Atas, dan SMPN I Jayapura. Sedangkan, ditempat yang berbeda Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, MM melakukan monitoring pelaksanaan UNBK di Distrik Muara Tami, yakni di SMPN 8 Jayapura di Koya Barat, SMPN Muara Tami, dan MTS Negeri di Koya Barat.

 

Dalam tinjauan tersebut, nampak siswa-siswi dapat melaksanakan ujian dengan baik, dan didukung dengan fasilitas Personal Computer (PC) maupun laptop, ketersediaan listrik, dan jaringan internet yang baik.

 

Sementara itu, usai melakukan monitoring, Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, MM mengakui bahwa pelaksanaan UNBK secara online di tiga sekolah yang dikunjunginya itu berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan.

 

Adapun dipaparkannya jumlah siswa peserta UNBK di SMPN Muara Tami berjumlah 48 siswa, di SMPN 8 Jayapura 97 siswa, dan MTS Negeri di Koya Barat berjumlah 75 siswa.

 

Sehingga kendalanya hanya pada fasilitas perangkat komputer di sekolah terbatas seperti SMPN Muara Tami harus mendapat pinjaman dari SMAN 6 Muara Tami

 

Sedangkan di SMP Negeri 8 Jayapura tidak ada kendala, hanya keterbatasan penggunaan komputer dari siswa, dan untuk MTS Negeri di Koya Barat UNBK terlambat 15 menit karena akses internet yang bermasalah,” katanya di SMP Negeri Muara Tami.

 

“Dengan adanya kendala teknis tersebut saya harap agar tidak menjadi permasalahan serius, sehingga siswa dapat mengerjakan ujian yang diberikan dengan baik. Offline jaringan internet telah mendapat penanganan pihak PT. Telkom, sehingga UNBK hari pertama dapat diawali dengan lancar,” ujarnya.

 

Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, l Fachrudin Pasolo menambahkan bahwa UNBK tahun ini melibatkan 44 sekolah, dengan rincian 33 pelaksanaan ujian mandiri dan 11 di antaranya bergabung dengan sekolah induk lainnya.

 

Terkait jaringan internet yang masih terganggu, menurut Pasolo, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak PT. Telkom, yakni dengan menempatkan petugas yang standby dan mengawasi selama berjalannya UNBK, guna mengantisipasi kendala teknis jaringan internet yang terjadi.

 

Kemudian, Kepala Sekolah SMPN 1 Jayapura, Alex Deu mengatakan bahwa peserta UN tahun 2018 disekolahnya melibatkan 365 siswa. “UN tahun ini melibatkan 365 siswa dengan system offline yang mana password untuk membuka soal ujian dikirimkan kepada masing-masing server tepat pukul 7.30, sebelumnya siswa SMP kelas IX mempersiapkan diri dengan menjalani try out berbasis komputer,” imbuhnya. ((Elsye Sanyi /Koran Harian Pagi Papua)