Ketua Wilayah sekaligus pendeta Gereja GMAHK Jemaat Bambar, Pdt James Hajo, saat meletakan batu pertama. (Lala/HPP)

JAYAPURA (LINTAS  PAPUA) – Pembangunan Gereja GMAHK Jemaat Bambar, Kampung Bambar, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura dilakukan secara swadaya. Hal itu dibuktikan para jemaat dengan melaksanakan acara peletakan batu pertama pembangunan gereja dengan luas 9×18 m2 pada Minggu (22/4/2018).

 

 

Ketua Wilayah sekaligus pendeta Gereja GMAHK Jemaat Bambar, Pdt James Hajo mengatakan bahwa jemaat tidak menargetkan pelaksanaan pembangunan mengingat keterbatasan dana.

“Kami hanya berdasarkan kepercayaan bahwa kami bisa (menyelesaikan) walaupun hanya dengan cara swadaya jemaat murni,” ujarnya usai kegiatan.

 

Kendati ada bantuan yang diberikan dari pihak tertentu, menurutnya itu adalah berkat dari Tuhan.

“Jadi tidak ada waktu yang kita tentukan kapan pembangunan ini rampung. Semua mengalir apa adanya saja, dan kalaupun ada anak-anak Tuhan yang ingin membantu, ya kami ucapkan terima kasih,” akunya ada beberapa yang ingin membantu pembangunan rumah Tuhan yang memiliki jemaat 12 kepala keluarga ini.

 

Sementara itu, Ondoafi Kampung Bambar, Orgenes Kaway mengaku bangga atas upaya jemaat yang ingin mendirikan gereja untuk memajukan umat.

“Mari kita jemaat di sini kita bekerjasama jangan melihat satu dengan yang lain. Tapi apa yang ada pada kita mari kita mulai karena pekerjaan Tuhan kalau dimulai dengan Tuhan pasti Tuhan akan selesai,” katanya.

 

Orgenes juga meminta kepada jemaat untuk wajib mengikuti pelaksanaan ibadah kampung yang sudah berjalan sekitar delapan tahun. Sebab itu, semua pendeta yang berdomisili di kampung yang terdiri dari enam dedominasi gereja wajib hukumnya untuk menggerakan umatnya untuk mengambil bagian ibadah kampung setiap tanggal 18.

“Kita di sini tidak memandang pendeta berasal dari gereja mana tapi saudara dipercayakan oleh gereja di sini untuk membinan masyarakat saya untuk wajib hadir dalam kegiatan ibadah kampung,” terangnya seraya meminta pihak gereja untuk mengganti nama jemaat gereja tersebut. (Lea/ Koran Harian Pagi Papua))