Maluku Utara Menuju Otonomi Khusus, Dikaji Tim LIPI ke Tidore dan Ternate

0
190
INDONESIA (WIKITRAVEL ORG)
INDONESIA (WIKITRAVEL ORG)

TERNATE (LINTAS PAPUA)  –  Tim Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ke Tidore Kepulauan (Tikep) untuk mengkaji wacana akan adanya Otonomi Khusus (Otsus) Maluku Kie Raha sebagaimana yang selalu disuarakan Sultan Tidore Husen Sjah.

“Kami ke Tidore dan Ternate untuk melakukan kajian melalui pendekatan terhadap sejumlah elemen strategis,” kata Peniliti Pusat Penelitian dan Politik LIPI, Dini Suryani di Ternate, Jumat.

Kedatangan ketiga peniliti dari LIPI tersebut, dipimpin Dini Suryani dari yang didampingi dua orang rekannya yakni Dian Aulia dan Yusuf Maulana.

Dini Suryani mengatakan jika di tahun sebelumnya, pihaknya telah fokus pada dana Otsus, sementara di tahun ini pihaknya kembali melakukan riset di Malut dengan fokus pada substansi usulan mengenai adanya wacana Otsus.

Selain itu, LIPI sendiri di tahun 2018 ini akan fokus study kasus di dua daerah yang meminta Otsus diantaranya Bali dan Malut dan ingin melihat sejauh mana para aktor di Tidore mendorong itu, karena sudah ada usulan otsus dari Tidore yang merupakan daerah pertama di Maluku Utara.

Kendati demikian, saat ditanya mengenai peluang menjadi Otsus untuk Maut, dia belum dapat memastikan persoalan tersebut, hanya saja dijelaskan bahwa saat ini telah dilakukan Rancangan Undang-Undang Daerah Kepulauan yang merupakan bagian dari semangat Otsus dan sudah masuk pada agenda Prolegnas di tahun ini.

“Apakah di Tidore dan Ternate ini punya semangat Otsus yang sama seperti Aceh dan Papua ataukah saling berkelindan antara satu dengan yang lain seperti RUU Daerah Kepulauan,” kata Dini.

Untuk itu, saat ini menjadi objek penelitian LIPI akan lebih fokus Tidore dan Ternate, seperti tokoh agama dan akadimisi, politisi, karena Malut mengusulkan Otsus karena erat kaitannya ada kaitan dengan penyebaran agama Islam.

“Kami ingin melihat aktor-aktor ini memperjuangkan Otsus serta dinamikanya serta apakah benar aktor-aktor ini mengusulkan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat atas dampak dari Otsus nanti,” katanya. (LKBN ANTARA / ant/ej / HPP))