Lima SMA di  Jayapura Terima Penghargaan Nasional TBC

0
912
Ilustrasi Pelayanan Kesehatan kepada Ibu - Ibu Papua. (istimewa/BKKBN Papua)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)   –  Lima sekolah di Kota Jayapura, Provinsi Papua menerima penghargaan atas torehan prestasi tingkat nasional pada Lomba Film Pendek bertema Penyakit Tuberculosis (TBC) dalam rangka memperingati Hari TBC Sedunia pada 24 Maret 2018.

 

Pengumuman dari panitia, Kamis, kelima sekolah penerima penghargaan SMA YPPK Taruna Bhakti yang berhasil meraih Juara I tingkat nasional dengan judul film berjudul “Jangan Anggap Sepeleh TBC”, disusul SMA Negeri 1 Jayapura meraih Juara II dengan film berjudul “Gagal Karena Kelalaian.” Kemudian sekolah yang mendapatkan juara favorit tingkat nasional yakni SMA Negeri 4 Jayapura dengan judul film “I Need Them”, SMA Kristen Kalam Kudus Kota Jayapura dengan judul film “Lekas Mencegah,” dan SMA Yapis Dok V Kota Jayapura dengan judul film “De Pu Nama Tu TBC.” Kelima sekolah itu menerima penghargaaan pada acara Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Provinsi Papua Tahun 2018 di Hotel Aston Jayapura, Rabu (18/4/2018).

 

Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Papua drg. Aloysius Giyai, M.Kes dan Staf Ahli Gubernur Bidang SDM, Johanna Rumbiak.

 

Kepala Unit Pelaksana Teknis AIDS, TB, dan Malaria (ATM) Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr. Beeri Wopari mengemukakan salah satu upaya percepatan penurunan kasus TBC ialah melalui media informasi dimana sekolah menjadi salah satu sasaran penting.

 

“Salah satu penularan di tempat khusus adalah kelas sekolah dan itu sangat tinggi. Karena itu kita melihat ini sasaran yang sangat baik bagi upaya promosi dan pencegahan TBC,” katanya.

 

Pada hari TBC Sedunia 24 Maret 2018, Kementerian Kesehatan RI menggelar edukasi lomba film pendek tentang pencegahan dan penularan TBC. Oleh karena itu, menindaklanjuti surat dari Kemkenkes, kata Beeri, pihaknya bekerjasama dengan KNCV/Challenge TB dan Dinas Pendidikan Kota Jayapura menggelar lomba ini dengan peserta seluruh SMA di Kota Jayapura.

 

“Tahap pertama yang dilakukan adalah mereka mengikuti seminar tentang edukasi TBC di sekolah. Kemudian mereka diarahkan untuk membuat film pendek. Kapasitas yang dimiliki adik-adik ini dalam penguasaan seni dan IT dimanfaatkan. Jadi mereka membuat cerita dan di back up oleh salah satu rumah,” katanya.

 

Menurut Beeri, penyakit TBC menjadi persoalan serius di Indonesia, terutama di Papua. Oleh karena itu, isu TBC menjadi salah satu tema penting yang dibahas pada Rakerkesnas di Jakarta dan Rakerkesda Papua kali ini guna dicari penanggulamgannya. “Kasus TBC di Indonesia adalah tertinggi di Asia. Kalau di Papua, Kota Jayapura dan Nabire,” ujarnya.

 

Proses penularan kuman BTA lewat udara sangat mudah, terutama bersin atau batuk. Makanya kasus di Papua banyak. Sebab lain kenapa tinggi, karena di Papua banyak kasus HIV dimana salah satu gejalah klinis dari HIV adalah TBC. (LKBN ANTARA / Musa Abubar / HPP)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here