Kabupaten Dogiyai Kam Kasih Masuk Data Guru Tempo Sudah !!!

0
837
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Papua, Nicolaus Wenda. (Erwin/HPP)
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Papua, Nicolaus Wenda. (Erwin/HPP)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Papua memastikan proses pengalihan tenaga guru dari kabupaten/kota ke provinsi, tinggal menyisahkan Kabupaten Dogiyai yang sampai saat ini masih memproses penyampaikan data terkait.

Menurut Kepala BKD Papua,  Nicholaus Wenda, proses pengalihan guru dari kabupaten dan kota ke provinsi sudah mencapai 90 persen (5.016).

“Intinya proses pengalihan guru SMU/SMK sebagian besar sudah rampung. Tinggal kabupaten Dogiyai saja yang belum selesai, tapi sudah berproses untuk memasukan data. Diharapkan segera rampung dalam waktu dekat,” terang dia di Jayapura, kemarin.

Nicholaus berharap pemerintah kabupaten dan kota melalui badan kepegawaian daerah serta badan pengelolaan keuangan, dapat membantu proses pembayaran gaji dan hak-hak lain yang wajib disampaikan kepada guru.

“Sebab memang yang masih bermasalah sekarang adalah surat keputusan (SK) pengalihan tenaga guru tersebut. Namun sekali lagi sudah disampaikan memang sebagian sudah diproses”.

“Oleh karenanya, saya meminta guru yang telah menerima Surat Keputusan (SK) agar kembali ke daerah masing-masing, namun sebelumnya harus mengurus SK pemindahan gaji dan hak-hak lain. Sebab kita tidak mau nantinya kedepan ada muncul masalah, seperti yang terjadi di Kabupaten Nabire beberapa waktu,” terang dia.

Disebut mengenai penolakan pengaihan guru oleh Kabupaten Mimika, dia katakan, instansi terkait di kabupaten tersebut harus berkoordinasi dan segera menyelesaikan amanat UU tersebut.

“Sebab pengalihan ini aturan UU. Bahkan untuk tenaga kehutanan sendiri kemarin sudah 100 persen selesai”.

“Karenanya, untuk menyelesaikan proses pengalihan guru tersebut, pihaknya telah melakukan pertemuan DPR Papua untuk membahas hal itu. Sehingga diharapkan kedepan, proses pengalihan boleh berjalan sesuai yang diharapkan,” tuturnya. (Erwin / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here