BNN Kabupaten Jayapura Musnahkan  87,7 Gram Ganja Kering

0
563
DI BAKAR. Pemusnahan ganja kering oleh BNN Kabupaten Jayapura itu, bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Jayapura, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas II A Jayapura dan Balai Besar POM Jayapura. (Irfan / HPP)
DI BAKAR. Kepala BNN Kabupaten Jayapura, Arianto bersama perwakilan BNN Provinsi Papua, Kejari Jayapura, Balai Besar POM dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Narkotika Jayapura, ketika memusnahkan 87,7 gram Ganja kering, di Halaman Kantor BNN Kabupaten Jayapura, Kompleks Perkantoran Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat (20/4/2018). (Irfan /HPP). (Irfan / HPP)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Sebanyak 87,7 gram Narkoba jenis Ganja kering di musnahkan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Jayapura, di Halaman Kantor BNN Kabupaten Jayapura, Kompleks Perkantoran Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat (20/4/2018) siang.

Pemusnahan ganja kering oleh BNN Kabupaten Jayapura itu, bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Jayapura, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas II A Jayapura dan Balai Besar POM Jayapura.

Kepala BNN Kabupaten Jayapura, Arianto mengatakan, bahwa pemusnahan terhadap barang bukti (BB) Narkotika jenis ganja kering ini merupakan hasil penangkapan yang di lakukan pihaknya yang di back-up oleh BNN Provinsi Papua pada 23 Maret 2018 lalu.

“Jadi, ganja yang kita musnahkan hari ini (kemarin) merupakan hasil tangkapan yang kami lakukan bersama dengan BNN Provinsi Papua dengan berat jumlahnya itu sebanyak 87,7 gram ganja kering, yang telah diperiksa oleh Balai Besar POM Jayapura,” ujar Kepala BNN Kabupaten Jayapura, Arianto,  dalam jumpa pers  yang digelar di Aula Kantor BNN Kabupaten Jayapura, Jumat (20/4/2018).

Lanjut pria yang akrab disapa Ari itu, menyampaikan, bahwa pada tanggal 23 Maret 2018 lalu, pihaknya melalui Bagian Pemberantasan mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada transaksi Narkotika jenis Ganja Kering di daerah Tanah Hitam, wilayah hukum Kota Jayapura yang dilakukan oleh dua orang pasangan suami istri (Pasutri) berinisial MY dan WG.

“Padahal yang bersangkutan (dua pelaku) itu tinggalnya di daerah Sentani, atau di wilayah hukum Kabupaten Jayapura. Tapi, melakukan kegiatan transaksi (Ganja) di daerah Tanah Hitam. Jadi, para pelaku itu mengedarkan Narkotika dari Tanah Hitam hingga Arso dan Skouw,” ungkapnya.

Usai mendapatkan informasi dari masyarakat terkait transaksi Narkotika jenis Ganja itu, kata Ari, pihak BNN Kabupaten Jayapura langsung melakukan kontak dengan pihak BNN Provinsi Papua untuk melakukan back-up perihal penangkapan terhadap kedua pelaku pengedar Narkotika tersebut.

Kedua pelaku pengedar Narkotika ini akan kita selidiki lebih mendalam lagi, apakah mereka termasuk dalam jaringan pengedar atau hanya sebagai pengguna yang nyambi sebagai pengedar. Jika mereka masuk dalam jaringan pengedar Narkotika, berarti mereka akan kita arahkan ke ranah pidana, katanya. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here