Rayakan Hari Kartini, Komunitas Se – Jayapura Kumpul Satukan Visi 

0
985
Sejumlah Komunitas saat kumpul di sebuah cafe - ISTIMEWA)
Sejumlah Komunitas saat kumpul di sebuah cafe – ISTIMEWA)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – Moment Hari Kartini plus Hari Bumi (Earth Day), hari ini bisa menjadi tonggak lahirnya semangat komunitas anak muda di Jayapura untuk menyatukan visi dan melihat apa yang bisa diberi untuk kota tercinta.

Meski sekarang puluhan komunitas ini masih jalan sendiri-sendiri paling tidak ketika ada hajatan yang sifatnya kepedulian mereka akan bahu membahu ikut membantu.

“Teman-teman sepakat untuk kembali berkumpul dan menyiapkan satu konsep yang nantinya jadi pemersatu. Komunitas ini perlu struktur dan wadah dan dari pertemuan besok (hari ini) dan waktunya bersamaan dengan hari Kartini,” kata Fredy dari Founder Honai Digital, Jumat (20/4/2018) kemarin.

Moment ngumpul bareng ini sekaligus dilakukan dengan aksi bersih pantai di sepanjang Jl Soa Siu untuk merespon hari bumi. “Jadi  akan ada street campaign untuk mengingatkan ke publik soal isu lingkungan. Pemerintah kota semangat untuk masalah bersih-bersih jadi masyarakat juga harus ikut peduli,” katanya.

Untuk jumlahnya lanjut Fredy saat ini yang terdata ada 80 an komunitas dari berbagai latar belakang keterampilan dan kreatifitas. Seluruhnya akan memikirkan bagaimana bisa menjadi satu dan saling mendukung.

Sementara itu, Ketua Forum Peduli Port Numbay Green (FPPNG), Fredy Wanda menyampaikan bahwa ada pesan yang harus disampaikan dalam moment hari bumi ini. Salah satunya adalah Papua memiliki keanekaragaman hayati yang lengkap dan tak dimiliki negara lain.

“Status ini sudah seharusnya dijaga dan caranya adalah menyadarkan ketiap orang bahwa bumi Papua merupakan benteng terakhir,” katanya.

Ditambahkan, bahwa  kita tidak bisa lagi berbicara soal Kalimantan yang sudah dipenuhi lahan gambut, berbicara Sumatera yang dikelilingi sawit.

“Yang tersisa hanya Papua dan hutan hujan Brazil,” lanjutnya.

Disampaikan,  bahwa tak bisa hanya menunggu pemerintah dengan program yang semua didukung dengan anggaran. Masyarakat  harus mulai membiasakan diri melahirkan sikap peduli karena hingga kini hanya bumi tempat manusia berpijak. Tak ada planet lain yang bisa dipakai untuk tempat tinggal.

“Memulai dari hal kecil saja, tidak usah terlalu muluk-muluk. Masing-masing jaga lingkungan sendiri dan pastikan tak ada masalah soal lingkungan sendiri,” pesannya. (Fransisca)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here