LUKMEN Terbukti Siap Perkuat Fiskal APBD, Masyarakat Jangan Termakan Isu

0
221

BOVEN DIGOEL (LINTAS PAPUA)  –  Untuk menjawab semua kebutuhan pembangunan dan ekonomi  yang Berkeadilan bagi seluruh masyarakat  di Provinsi Papua, maka Fiskal APBD  Papua perlu ditingkatkan.

Selain Fiskal APBD yang tidak cukup, maka pengelolaan sumber daya alam Papua juga  dikelola secara baik untuk memberi rasa keadilan kepada seluruh rakyat Papua.

Hal tersebut disampaikan Calon Gubernur Papua, Lukas Enembe, S. IP, MH pada Kampanye Tatap Muka dengan masyarakat di Boven Digoel, Kamis (12 /04/2018) lalu.

Menurut Lukas Enembe, pada periode Gubernur  lalu  (pertama-red),  bersama Klemen Tinal sudah melekatan banyak hal didalam  visi dan misi Papua Bangkit, Mandiri dan Sejahtera.  Visi-Misi tersebutlah yang saat sudah dirasakan rakyat Papua. Meskipun menurut calon Petahana, Lukas Enembe, belum semuanya berhasil dilaksanakan untuk menjawab rasa keadilan masyarakat.

Dalam kesempatan tatap muka yang dihadiri 500 sampai 700 orang  pendukung LUKMEN dan Kader Partai Koalisi  Papua Bangkit (KPB-II) Kabupaten Boven Digoel, Lukas Enembe mengatakan, bersama Klemen Tinal dalam periode kedua ini kembali mengusung visi dan misi Papua Bangkit, Mandiri, Sejahtera dan Berkeadilan.

“Keadilan dalam pembangunan dimasing-masing daerah,  keadilan dalam ekonomi, keadilan dalam pendidikan, keadilan hukum, keadilan kesehatan dan lainnya,” ungkap Lukas Enembe atau  LUKMEN.

Lebihlanjut, Lukas Enembe mengatakan bahwa, jika dirinya terpilih kembali bersama Klemen Tinal, maka kemungkinan besar akan ada perubahan dalam penerimaan APBD kabupaten/kota.

Karena pada tahun 2023, status Otonomi Khusus (OTSUS) Papua sudah berakhir dan penerimaan dana OTSUS pun berakhir.

Oleh karena itu, selain kita mengelola APBD, maka potensi kekayaan alam di Papua akan kita kelola secara baik dan Berkeadilan untuk kepentingan pembangunan.

“Potensi sumber daya alam Papua harus  memberi kontribusi sebesar-besarnya kepada daerah dan masyarakat. Jangan lagi potensi alam Papua dibawa keluar untuk kepentingan orang diluar Papua,” ungkap Lukas Enembe.

Calon Gubenur Papua nomor urut satu Lukas Enembe, ketika melakukan blusukan ke Pasar Wamanggu, Merauke. (ISTIMEWA)

Untuk itu, Lukas Enembe mengingatkan bahwa jangan seenaknya menebang hutan, dan jangan menanam kelapa sawit seenaknya tanpa ada regulasi yg resmi.

” Periode pertama Gubernur saya sudah mencabut semua izin usaha  penebangan dan tanam kelapa sawit yang beroperasi di Daerah ini, terutama di wilayah selatan Papua.

Termasuk izin pertambangan, kehutanan, perikanan. Dan perlu diingat bahwa  bupati dan walikota

Tidak punya kewenangan untuk mengeluarkan izin yang dimaksud,” ungkapnya.

Menjawab pertanyaan  warga terkait kontribusi PT Freeport  Indonesia untuk Papua dalam pertemuan tatap muka di Boven Digoel, Lukas Enembe mengatakan, untuk diketahui bahwa Freeport

sudah banyak mengambil tambang berupa emas, tembaga dan lainnya tanpa ada kontribusi lebih.

“Untuk diketahui bahwa dalam kepemimpinan saya diperide pertama, saya berjuang habis-habisan utk membela hak-hak rakyat Papua di Freeport. Karena persoalan preeport sudah membuat banyak orang Papua jadi korban,” tuturnya.

Hal inilah yang membuat dirinya sudah dua kali ke Amerika untuk bertemu pemilik saham PT Freeport  guna meminta hasil tambang raksasa itu untuk memberi rasa keadilan kepada masyarakat Papua.

Menurut Lukas Enembe, usaha keras yang dilakukan telah membuahkan hasil dimana kita mendapat kesepakatan 10% disvestasi saham PT Freeport Indonesia.

Menjawab pertanyaan  warga terkait dengan kabar  nantinya setiap warga Papua akan mendapat dana setiap bulan  sebesar Rp. 2.000.000/KK, Lukas Enembe menjawab bahwa, itu kabar tidak benar atau kabar burung.

Menurut LUKMEN, masyarakat jangan termakan dengan isu-isu murahan. “coba dihitung saja, 2.000.000,_x 4. 242.758=8,485,516,000,000,- ini angka sangat besar. Dan saya sebagai mantan gubernur mengajak masyarakat untuk jangan termakan isu-isu seperti ini,” ungkapnya. (Tim Humas).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here