JWW Minta Doa Restu Pimpin Papua  Pada Mama di Yalimo 

0
658
Calon Gubernur Papua, John Wempi Wetipo, saat menyalami warga masyarakat. (ISTIMEWA)

 

ELELIM (LINTAS PAPUA) – Calon Gubernur Papua,  John Wempi Wetipo meminta restu dari orang – orang tua di Kabupaten Yalimo untuk menjadi Gubernur Papua karena dalam bahasa daerah setempat Yali artinya mama sehingga ia harus meminta ijin terlebih dahulu yang dikemas dalam kampaye tatap muka dengan masyarakat Yalimo

 

Calon Gubernur Papua, John Wempi Wetipo mengakui,  dalam konteks budaya Yali itu mama sehingga sangat wajar kalau ia ingin menjadi gubernur Papua harus meminta doa restu sekaligus meminta dukungan kepada mama, apapun alasannya ia merasa ini sangat lazim untuk kedatangannya.

 

 

“Masyarakat disini Juga menerima saya secara budaya sehingga saya rasa jika tidak salah saya datang ke Kabupaten Yalimo, sehingga apa yang bisa saya kerjakan disini akan dilihat, namun yang terpenting saya datang ke sini untuk meminta restu orang tua (Mama),” ujar Calon Gubernur Papua, John Wempi Wetipo, Kamis (19/4/2018) kemarin.

 

Menurutnya, kalau berbicara masalah konteks pemekaran  maka Jayawijaya merupakan ibu dari Kabupaten Yalimo ia sebagai Bupati merupakan mama yang melahirkan Kabupaten Yalimo, ia yakin dan percaya kalau datang dan berbicara yang tulus maka kepentingannya bagaimana menjadi pemimpin untuk memperhatikan masyarakat.

 

Ibu Hokolue Asso saat mendoakan anaknya John Wempi Wetipo, SH.MH yang maju sebagai calon gubernur Papua nomor urut 2. (ISTIMEWA)

“Jadi tidak ada hal lain, dari pada saya kampanye muluk -muluk menyampaikan hal yang tidak benar lebih baik saya menyampaikan pikiran dan pandangan saya terkait apa yang akan saya lakukan jika tuhan berkenan saya jadi gubernur di papua,”jelasnya.

 

 

JWW mengakui jika sampai saat ini masih ada keterisolasian, sehingga karena itu kalau tuhan berkenan ia terpilih nanti , itu anak wajib untuk memperhatikan mama, sehingga khusus di Daerah Pegunungan Bintang, Yahukimo, Yalimo itu merupakan mama sehingga ia hadir di tiga kabupaten ini untuk meminta doa restu itu tidak salah.

 

 

“Dalam konteks budaya kalau mereka sudah menerima saya seperti itu saya senang sekali dan pulang saya bisa tidur dengan nyenyak,”kata JWW.

 

 

Sementara itu menurut tim sukses Josua Yalimo, Lewi Wandi mengatakan, berangkat dari pengalaman 5 tahun lalu untuk kabupaten Yalimo itu memang dan sangat benar kenyataannya tidak ada program yang diturunkan dan dilaksanakan oleh kepala daerah sebelumnya.

 

 

“5 tahun lalu kami orang yali memberikan suara kepada pemerintah yang sekarang secara adat namun samopai. Saat ini dia tak balik untuk melihat masyarakat yalimo,”bebernya.

 

 

Ia sebagai ketua tim Josua, ia menyatakan jika untuuuk Yalimo saat ini siapapun tidak boleh masuk untuk mengambil suara disini sehingga suara disini utuh untuk JWW- HMS, kami sudah sepakat dari 5 Distrik dan 308 kampung dan jumlah pemilih 80 ribu lebih suara itu akan dipersembahkan untuk JWW dan HMS.

 

 

“Saya himbau kepada seluruh masyarakat Yalimo bahwa siapapun yang datang dengan berbagai ancaman berbagai motivasi itu harus dihentikan dan harus melihat yalimo kedepan,” tandasnya.  (Tim Josua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here