Pemkab Jayapura Berencana Budidayakan Sagu 

0
87
Ilustrasi Gerabah merupakan alat dapur berbentuk wadah terbuat dari tanah liat yang dibakar dan memiliki fungsi untuk memasak berbagai makanan, seperti papeda, keladi, ubi, ikan dan sayur. Gerabah juga dapat digunakan untuk menyimpan sagu dan air. Masyarakat Kampung Abar, Sentani menyebut hele untuk gerabah berukuran besar dan sempe untuk gerabah berukuran kecil. Tampak digunakan untuk papeda dan ikan mujair bakar, dalam kegiatan pesta masyarakat Kampung Hobong. (Eveeerth Joumilena)
Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, S.E, M.Si, ketika di wawancarai usai membuka Sosialisasi Disagregasi PMTB, di Grand Allison Hotel, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (16/4/2018) siang. (Irfan/HPP)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E, M.Si, mengatakan, bahwa pihaknya berencana untuk membudidayakan sagu yang ada di Papua, khususnya di Kabupaten Jayapura.

 

Hal itu ditegaskan Bupati Mathius ketika dikonfirmasi wartawan usai melantik 13 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Jayapura, di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (16/4/2018) sore.

 

 

Ini juga terkait dengan asosiasi seluruh Bupati tentang pemberdayaan Sagu sebagai salah satu makanan yang bisa ditetapkan oleh pemerintah pusat.

Hutan Sagu Disekitaran Danau Sentani di Kampung Ayapo (Eveerth Joumilena /LintasPapua.com)

“Sesuai hasil pertemuan dengan asosiasi Bupati seluruh Indonesia, bahwa daerah-daerah penghasil Sagu ini akan kita dorong agar pemerintah pusat bisa menetapkan Sagu adalah salah satu makanan utama secara nasional,” ungkapnya.

 

 

Karena itu, kata Bupati Mathius upaya-upaya untuk melakukan budidaya dan juga peremajaan terhadap Sagu itu harus terus dilakukan.

Sagu Forna, saat untuk masak sagu bakar. Dalam sebuah kegiatan Festival Sagu di Toware Sentani (Foto Whens Tebay)

“Kita punya hutan Sagu ini kan lebih besar dari seluruh Indonesia. Tetapi, kalau yang dusun-dusun ini kan hanya untuk orang makan- makan saja,” katanya.

 Gerabah merupakan alat dapur berbentuk wadah terbuat dari tanah liat yang dibakar dan memiliki fungsi untuk memasak berbagai makanan, seperti papeda, keladi, ubi, ikan dan sayur. Gerabah juga dapat digunakan untuk menyimpan sagu dan air. Masyarakat Kampung Abar, Sentani menyebut hele untuk gerabah berukuran besar dan sempe untuk gerabah berukuran kecil. Tampak digunakan untuk papeda dan ikan mujair bakar, dalam kegiatan pesta masyarakat Kampung Abar. (Eveeerth Joumilena)

 

“Oleh sebab itu, kedepanya kita akan terus berupaya dalam berkerjasama dengan pemerintah pusat. Supaya ini bisa jadi program andalan untuk pangan lokal yang bisa memberikan jaminan untuk kelangsungan situasi apapun di masa-masa yang akan datang,” tukasnya. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)