Usai Terpilih dan Dilantik, Yulianus Dwaa  Janji Bawa Alumni FKM Uncen Berkontribusi

0
75
Ketua BP IKA FKM Uncen, Yulianus Dwaa berjabat tangand dengan Dekan FKM Uncen, Dr Arius Togodly, SPd, SKM usai pelantikan, Rabu (11/4/2018). (Rambat / HPP).
Ketua BP IKA FKM Uncen, Yulianus Dwaa berjabat tangand dengan Dekan FKM Uncen, Dr Arius Togodly, SPd, SKM usai pelantikan, Rabu (11/4/2018). (Rambat / HPP).

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Ketua Badan Pengurus Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura periode 2018-2022, Yulianus Dwaa, SKM bersama pengurus lainnya, akhirnya dilantik oleh Rektor Uncen Jayapura diwakili Dekan FKM, Arius Togodly, SKM di Aula FKM Uncen Jayapura, Rabu (11/4/2018).

Usai pelantikan, Ketua Badan Pengurus IKA FKM Uncen, Yulianus Dwaa mengakui jika pihaknya akan segera melakukan pendataan terhadap alumni FKM Uncen tersebut.

“Dengan data base alumni FKM Uncen ini, tentu menjadi modal untuk mengetahui potensi alumni FKM Uncen sejauhmana, termasuk yang telah bekerja di Dinas Kesehatan Provinsi maupun kabupaten/kota, rumah sakit, puskesmas, perbankan dan lainnya,” kata Yulianus Dwaa.

Sebab, kata Yulianus Dwaa, pembangunan kesehatan terdapat dua hal yakni medical card dan public healty. Untuk alumni FKM ini, berada pada public healty.

“Bicara public healty itu, bicara manusia yang tidak sakit, sehingga akan berbicara pada promosi dan pencegahan. Berarti itu hubungannya dengan perilaku bagaimana perilaku masyarakat Papua mengenal kesehatan, menjaga kesehatannya dan lainnya,” paparnya.

Untuk itu, lanjut Yulianus Dwaa, peran alumni FKM Uncen ini ke depannya harus jelas, baik di dinas kesehatan, rumah sakit hingga puskesmas atau bidang lainnya, agar jangan sampai fungsi mereka tidak diberikan ruang dalam mengabdikan diri dari ilmu yang didapat.

Dalam kepemimpinannya, Yulianus Dwaa juga akan mendorong Pemprov Papua membuat regulasi yang memberikan payung hukum dalam perekrutan pegawai daerah.

“Kita harap ke depan, Pemprov bisa merumuskan peraturan pegawai daerah, contohnya pemerintah pusat masih melakukan moratorium penerimaan CPNS, tetapi kebutuhan pegawai kesehatan di Papua cukup tinggi. Kita membiayai mereka dengan payung hukum seperti apa untuk teman-teman yang mengabdi di wilayah pedalaman,” katanya.

Apalagi, kata Yulianus Dwaa, tidak bisa memberikan payung hukum dalam bentuk kontrak saja seperti kemarin. Dia menilai kebijakan pembentukan Satgas Kaki Telanjang sudah bagus, namun itu sifatnya temporer, sehingga diharapkan melalui perdasus perekrutan pegawai kesehatan termasuk pendidikan menjadi kebutuhan di daerah.

“Ya, misalnya di Asmat, dari 18 distrik yang ada puskesmasnya, hanya ada 1 dokter di puskesmas saja yang lain tidak ada dokter. Itu persoalan bagi pelayanan kesehatan, mestinya ada pegawai kesehatan yang terus mensosialisasikan kepada masyarakat,” imbuhnya.

Dekan FKM Uncen, Dr Arius Togodly, SPd, SKM berharap kehadiran Ikatan Alumni FKM Uncen ini dapat memberikan kontribusi kepada FKM khususnya dan umumnya pada Uncen Jayapura.

“Ya, sesuai visi misi kami bagaimana membangun FKM ini, menyiapkan SDM berkualitas dan mengakomodir semua kebutuhan termasuk sarana dan prasarana. Untuk itu, kehadiran alumni ini tentu kami harap memberikan kontribusi bagi FKM Uncen,” katanya.

Ditambahkan, pembentukan ikatan alumni ini, tentu menjadi kekuatan bagi FKM Uncen untuk terus berkembang ke depannya. (Rambat / Koran Harian Pagi Papua)