Dubes Rusdi Buka Kegiatan, Kopi Papua Ikut Dalam Pameran ICPF 2018 di Malaysia

0
146

KUALA LUMPUR (LINTAS PAPUA) – Dubes Republik Indonesia di Kuala Lumpur Rusdi Kirana membuka pameran “Indonesia Creative Product Festival (ICPF) 2018” di Gedung PWTC Kuala Lumpur, Jumat (13/4/2018).

Turut hadir Staf Khusus Menteri Perdagangan Eva Yuliana, Ketua Panitia yang juga Presiden Direktur Balai Pustaka, Achmad Fachrodji dan pejabat KBRI Kuala Lumpur.

Hadir pula undangan dari Malaysia diantaranya Dirut Bernama, Datuk Zulkefli Saleh dan Ahmad Nasaruddin Nur dari Matrade.

Achmad Facahrodji dalam sambutannya mengatakan pameran produk UKM Indonesia memang sudah diselenggarakan beberapa kali di Kuala Lumpur, sedangkan KBRI Kuala Lumpur akan menyelenggarakan setiap bulan. Namun yang diselenggarakan atas inisiatif BUMN baru pertama kali diselenggarakan di Kuala Lumpur.


“Hari ini genap 20 tahun BUMN. Menteri BUMN Rini Soemarno jika tidak ada halangan berencana akan hadir saat penutupan ICPF hari Sabtu nanti,” katanya.

Dia mengatakan tujuan penyelenggaraan pameran yang diselenggarakan NPNC yakni Perum LKBN ANTARA, Balai Pustaka dan Perum Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI) untuk memperkenalkan produk industri kreatif Indonesia binaan dari BUMN di luar negeri.


“Kami tampilkan vokal grup dari BTN dan tari daerah dari Bank Mandiri. Kami melakukan pameran ini agar pelaku produk industri kreatif mendapatkan pembelajaran dari para pelanggan,” katanya.

Dia mengatakan pada gedung yang sama di PWTC ada acara Pemuda UMNO yang dihadiri undangan 6000 orang yang diharapkan bisa hadir juga di pameran.


“Sebanyak 80 UKM terlibat dalam pameran ini. Ada tambahan Satu booth khusus dari Pokja Papua yang menampilkan kopi Papua. Target pengunjung sebanyak 10.000 orang. Panitia agar menggencarkan promosi walau persiapan cuma satu bulan,” katanya.

Dia bersyukur pengiriman produk pameran ke Kuala Lumpur tidak ada batasan berkat bantuan Atase Perdagangan KBRI Kuala Lumpur.


Dubes Rusdi Kirana mengatakana pihaknya sangat percaya dengan kemampuan UKM untuk meningkatkan perekonomian nasional.
“Saya pernah sampaikan ke Presiden Jokowi untuk meningkatkan ekonomi harus menggalakkan UKM tetapi harus didukung pariwisata,” katanya.

Rusdi mengatakan Indonesia dan Malaysia ditakdirkan untuk berdekatan sehingga harus menjaga harmoni, saling mencintai dan mengasihi.

“Saya ingin mewujudkan sister city seperti antara Kinabalu – Manado kemudian Medan – Penang. Kita targetkan pengunjung tidak hanya ke dua negara tetapi turis dari negara lain seperti China dan Korea,” katanya.


Dia mengatakan, setiap kali wisatawan ke luar negeri yang mereka cari adalah cindera mata sehingga UKM bisa menghadirkan produk khas-nya sehingga bisa memberikan lapangan pekerjaan yang lebih luas.

“Salah satu tugas saya bagaimana mempererat kedua negara. Kami akan ajak UKM Malaysia. Kita bikin pameran UKM kedua negara di China dan di Korea. Kita akan sama-sama sehingga memberi kemakmuran bersama,” katanya. (*)