Polda Papua  Segera Gelar Perkara  Kasus  Facebook Saly dan Panji 

0
289
Kapolda Papua
HMS bersama kuasa hukum saat melaporkan masalah tersebut ke Polda Papua. (ISTIMEWA)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Dugaan  ujaran kebencian melalui akun facebook Saly Maskat dan Panji Agung Mangkunegoro yang dilaporkan oleh Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua nomor urut 2, John Wempi Wetipo (JWW) -Habel Melkias Suwae (HMS) ke Polda Papua terus mengarah untuk dilakukan gelar perkara, guna mendapatkan bukti kuat yang nantinya kasus tersebut masuk kedalam tahap penyidikan.

Kapolda Papua , Irjen Pol. Boy Rafli Amar menyebutkan, kasus yang dilaporkan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, JWW-HMS kepada Polda Papua terkait  akun facebook Saly Maskat dan Panji Agung Mangkunegoro  sedang dilakukan proses penyelidikan oleh cyber Polda Papua.

“ Kasus ini masih dalam proses penyelidikan, Tim Cycer sudah bekerja dengan melakukan pemeriksaan bukti awal dan saksi-saksi,” ujar Irjen Pol Boy  Rafli Amar  dalam jumpa pers dengan wartawan di Mapolda Papua, Senin (9/4/2018).

Kapolda Papua , Irjen Pol. Boy Rafli Amar. (ISTIMEWA)

Saat ini, penyidik cyber Polda Papua telah memeriksa lebih dari 3 orang saksi terkait kasus tersebut dan kalau sudah dilakukan gelar perkara baru bisa dilakukan penyidikan dan penetapan tersangka.

“Bukti permulaan sudah ada, maka kita lanjutkan dengan menerima keterangan saksi dan dilanjutkan tahapan gelar perkara,” ujar Direskrimsus Polda Papua, Kombes Pol. Edy Swarsono  kepada wartawan ddalam keterangan pers di Mapolda Papua, Senin (9/4/2018)

Untuk menetapkan tersangka, penyidik bakal melakukan peningkatan status dari penyelidikan menjadi penyidikan, setelah memperoleh bukti permulaan yang sudah lengkap, ada petunjuk dan saksi-saksi yang telah dimintai keterangan, termasuk saksi ahli.

“Apabila ada bukti terpenuhi, yakni keterangan saksi dan alat bukti lainnya, maka akan dilakukan penetapan tersangka,” tambah Dirreskrimsus.

Polda Papua bahkan akan melakukan gelar perkara kasus untuk dilakukan sidik, dan pemanggilan terlapor untuk diperiksa.

“Kasus ini murni dugaan fitnah dengan menyebarkan kebencian. Kami juga telah memblokir konten facebook yang telah disebarkan oleh terlapor yang diduga melanggar pasal 28 ayah ke-2 dengan ancaman hukuman 7 tahun pernjara,” ujarnya. (Tim Josua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here