Pembentukan Panitia Kemerdekaan Papua Harus Ditindak Tegas dan Dibubarkan

0
21
Sebuah aksi massa saat mengibarkan Bendera Bintang Kejora dan pelakunya ditangkap. (www.antaranews.com)

 

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Aliansi Mahasiswa, Pemuda dan Rakyat Papua (Ampera) menilai aksi pengerahan massa yang dilakukan mengatasnamakan panitia kemerdekaan Republik West Papua pada  Kamis (4/3) di lapangan Kampwolker Perumnas 3 Waena harus ditindak tegas.

 

Hal itu dikatakan Ketua Ampera Papua,  Stenly Salamahu Sayuri kepada awak media di Abepura, Selasa (3/4/2018), sekaligus menjelaskan, menyangkut selebaran yang disebarkan beberapa hari ini menurut kami pihak yang memainkan propaganda dan isu-isu tersebut bertentangan dengan kedaulatan negara. dan harus diambil langkah tegas.

 

Terlebih katanya, aksi pengumpulan masa tersebut tidak mendapatkan ijin dari pihak kepolisian.

 

“Setiap kegiatan apalagi menyangkut Kamtibmas harus menyurat dan mendapatkan ijin dari pihak kepolisian, jadi kalau tidak ada itu maka harus ditindak tegas dan dibubarkan serta oknumnya ditangkap, “tegasnya.

Menurutnya, aksi pengumpulan masa tersebut adalah ulah sekelompok kecil kalangan oportunis yang sengaja memainkan isu untuk kepentingan kelompoknya dengan memanfaatkan masyarakat awam.

Ketua Ampera Papua,  Stenly Salamahu Sayuri, saat diwawancara. (ISTIMEWA)

“Kami harap masyarakat untuk tidak ikut-ikutan dengan kegiatan itu, terlebih ini melanggar undang-undang negara kita. Dan saya harap masyarakat bisa jeli melihat isu yang sedang dimainkan ini, karena tujuannya bukan untuk kepentingan masyarakat,”ucapnya.

Terlebih kata dia, saat ini situasi Papua dalam situasi politik pilkada baik pilkada Bupati maupun Gubernur sehingga isu-isu seperti ini sengaja dibangun untuk bargening  (nilai tawar) kepada pusat.

 

“Kita tidak menjustis ya, ini kan polkada Gubernur head to head jadi ada kelompok yang memanfaatkan situasi dengan memanfaatkan masyarakat akar rumput yang sebetulnya tidak faham bahwa ini sebenarnya adalah pemanfaatan ruang terutama pada momen pilkada,”katanya.

 

Pihaknya pun meminta elit politik Papua tidak memainkan isu yang memecah persatuan dan kesatuan bangsa.

 

“Yang perlu dicatat adalah jangan memanfaatkan isu Papua untuk kepentingan kelompok atau perorangan. Karena untuk membangun nasionalisme di Papua sangat sulit sekali, sehingga janganlah kemudian elit-elit politik Papua memanfaatkan untuk kepentingan politik,”tegasnya.

 

Sekedar diketahui, beberapa kelompok masyarakat beberapa hari terakhir menyebarkan selebaran kepada masyarakat. Utamanya orang asli Papua.  Selebaran tersebut diperuntukkan untuk mengajak masyarakat Papua menghadiri pembentukan panitia kemerdekaan West Papua.

Sebuah aksi massa saat mengibarkan Bendera Bintang Kejora dan pelakunya ditangkap. (www.antaranews.com)

Warga Kota Jayapura dan sekitarnya atau Papua pada umumnya diajak untuk tidak terprovokasi dengan isu yang menyesatkan, yang belakangan muncul dalam bentuk selebaran.

“Kami ajak agar masyarakat lebih cerdas dalam menyikapi isu yang berkembang, apalagi diminta hadiri acara yang bertentangan dengan negara,” kata Ketua Aliansi Pemuda Rakyat Papua (AMPERA) Stenly Salamahu Sayuri di Kota Jayapura, Selasa.

Menurut dia, selebaran dalam bentuk ajakan untuk hadiri Deklarasi Persiapan Kemerdekaan Negara Republik West Papua di Kampwolker, Perumnas III, Kelurahan Yabansai, Distrik Heram, Kota Jayapura pada pekan ini merupakan aksi dari kelompok yang tidak bertanggungjawab, bukan untuk kepentingan umum yang membawa dampak positif.

“Kelompok yang mau melaksanakan kegiatan tersebut merupakan kelompok oportunis dan ilegal yang memiliki paham radikal dan berseberangan dengan NKRI,” katanya.

Sehingga, kata dia, sudah selayaknya pihak aparat keamanan dapat mengambil langkah tegas, karena kegiatan tersebut secara terang-terangan telah merongrong kedaulatan bangsa dan negara.

“Setiap kegiatan apalagi menyangkut Kamtibmas harus menyurati dan mendapatkan izin dari pihak kepolisian, jadi kalau tidak ada itu maka harus ditindak dan oknumnya harus ditangkap,” katanya.

Lebih lanjut, dia menduga aksi tersebut sengaja digaungkan pada masa pilkada di Papua dengan harapan hal itu bisa menjadi isu atau bahan perdebatan sehingga situasi yang aman dan nyaman menjadi terganggu “Untuk itu, kami harap masyarakat untuk tidak ikut-ikutan dengan kegiatan itu, terlebih ini melanggar undang-undang negara kita. Dan saya harap masyarakat bisa jeli melihat isu yang sedang dimainkan ini, karena tujuannya bukan untuk kepentingan masyarakat tapi ingin buat kegaduhan,” katanya.

Sebelumnya sejak pekan kemarin, di sejumlah titik di Kabupaten dan Kota Jayapura beredar sejumlah selebaran dalam bentuk ajakan untuk menghadiri kegiatan Deklarasi Persiapan Kemerdekaan Negara Republik West Papua di Kampwolker, Perumnas III, Kelurahan Yabansai, Distrik (LKBN ANTARA / Alvian Rumagit)