Mendikbud Tinjau Pelaksanaan Ujian Nasional di Daerah 3T

Melihat Suasana Kesiapan Ujian. Provinsi Nusa Tenggara Timur termasuk salah satu provinsi yang sebagian besar peserta didiknya masih menggunakan UNKP. Sekitar 34 persen dari 197.616 peserta didik tahun ini sudah menggunakan UNBK, sisanya sebesar 130.541 peserta didik atau 66 persen masih menggunakan UNKP. (BKLM Kemendikbud)

LABUAN BAJO (LINTAS PAPUA)  –  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy meninjau pelaksanaan UN jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) tepatnya di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dari sembilan SMK yang ada di Kabupaten Manggarai Barat, lima di antaranya masih menyelenggarakan ujian nasional berbasis kertas dan pensil (UNKP).

“Tadi masih ada SMK yang sangat bersahaja sekali, masih berbasis kertas dan pensil. Kondisi lingkungan juga belum bagus, tempat praktiknya belum memenuhi standar,” ujar Mendikbud usai meninjau SMK Negeri 2 Komodo, pada Rabu (04/04/2018).

Sebanyak 23 siswa SMK Negeri 2 Komodo masih melaksanaan UN dengan menggunakan metode UNKP. Selain tidak tersedianya fasilitas seperti komputer dan jaringan internet, sekolah ini baru dialiri listrik pada bulan Februari 2018 sehingga penyelenggaraan UNBK belum siap dilaksanakan.

Selain meninjau pelaksanaan UN di SMK Negeri 2 Komodo, Mendikbud juga meninjau UN di SMK Negeri 1 Labuan Bajo dan SMK Stella Maris yang menyelenggarakan UNBK. “SMK ini saya kira sudah bagus tetapi tetap akan kita usahakan tahun depan ada peningkatan, kalau sekarang ini di Manggarai Barat 70 persen masih UNKP mudah-mudahan tahun depan sebaliknya, 30 persen saja yang UNKP”, ujar Mendikbud kepada para awak media di SMKN 1 Labuan Bajo.

Mendikbud hadir di SMK Negeri 1 Labuan Bajo sesaat setelah siswa selesai menyelesaikan ujiannya. Di depan para siswa bidang perhotelan, Mendikbud memberikan motivasi agar selalu meningkatkan kualitas dan mempersiapkan diri untuk bisa terjun di dunia usaha dan dunia kerja. “Ketika Manggarai ini wisatawannya banyak, sementara sumber daya manusia (SDM) di sini tidak siap, nanti akan dibanjiri oleh SDM dari luar, kalian hanya akan menjadi penonton, dan saya tidak ingin itu,” ujar Mendikbud.

Pelaksanaan UNBK di SMK Negeri 1 Labuan Bagi diikuti oleh 440 peserta didik dengan lancar dan percaya diri. Riko misalnya, siswa jurusan tata boga ini merasa sangat terbantu dengan UNBK. “Saya sangat senang, karena cara kerjanya cepat dan tidak ada kendala sama sekali”, ungkapnya.

Siswa Ikuti Ujian. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy meninjau pelaksanaan UN jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) tepatnya di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dari sembilan SMK yang ada di Kabupaten Manggarai Barat, lima di antaranya masih menyelenggarakan ujian nasional berbasis kertas dan pensil (UNKP). (BKLM Kemendikbud)

Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Labuan Bajo, Stefanus Satu mengungkapkan pelaksanaan UNBK tahun 2018 berjalan dengan lancar dan sukses. “Tahun ini adalah tahun kedua kami melaksanakan UNBK, berjalan dengan aman dan tidak ada kendala sama sekali”, ujar Stefanus.

Selain bidang perhotelan dan tata boga, SMK Negeri 1 Labuan Bajo memiliki empat bidang keahlian lainnya yaitu rekayasa perangkat lunak, teknik komputer dan jaringan, akuntansi dan usaha perjalanan wisata.

Provinsi Nusa Tenggara Timur termasuk salah satu provinsi yang sebagian besar peserta didiknya masih menggunakan UNKP. Sekitar 34 persen dari 197.616 peserta didik tahun ini sudah menggunakan UNBK, sisanya sebesar 130.541 peserta didik atau 66 persen masih menggunakan UNKP. Sedangkan di Kabupaten Manggarai Barat, sekitar 79 persen dari 10.080 peserta didik masih menggunakan UNKP dan sisanya 21 persen sudah menggunakan UNBK.

“Nanti saya minta pemerintah daerah, khususnya dinas pendidikan bersama pemerintah pusat segera mempercepat perkembangan SMK yang di luar kota,” ungkap Mendikbud. (*)

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...