Forum Jurnalis Perempuan Indonesia –   Papua Harus Bersinergi Dengan Pemerintah

0
82
Badan Pengurus Forum Jurnalis Perempuan Provinsi Papua Indonesia Periode 2018-2021. (Facebook Sari Amir)
SUASANA FORUM DISKUSI GRUP. Ketua Panitia pelaksana Evarukdijati menjelaskan dipilihnya tema Politik dan Perempuan, karena menurutnya persoalan ketimpangan gender tercermin jelas dalam rendahnya keterwakilan perempuan di struktur lembaga perwakilan Indonesia. (Elsye Sanyi /HPP)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Para jurnalis perempuan di Papua mendeklarasikan terbentuknya Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Papua periode 2018-2021, yang dibuka secara resmi oleh Wali Kota Jayapura, DR. Benhur Tomi Mano, MM bertempat di Hoel Grand Abe Distrik Abepura, Selasa (3/4).

 

Dengan terbentuknya forum itu, Mano berharap,  agar jurnalis perempuan di Papua khususnya di Kota Jayapura akan menjadi mitra pemerintah dalam memajukan perempuan.

Pengurus Forum Jurnalis Perempuan Provinsi Papua Indonesia Periode 2018-2021. (Facebook Sari Amir)

‘’Peran jurnalis perempuan selama ini sudah banyak membantu pemerintah khususnya Kota Jayapura sehingga komunikasi yang sudah terjalin baik selama ini, dan perlu ditingkatkan, karena jurnalis perempuan memiliki peran penting dalam pembangunan,’’ ucapnya.

 

Sebelum pemilihan dan deklarasi Pengurus FJPI Papua periode 2018-2021 dilakukan, diawali dengan Forum Discussion Group dengan tema Politik dan perempuan, dengan menghadirkan narasumber, antara lain Christine L. Mano selaku anggota Komisi C DPR Papua dari PDIP dan Abock Busup selaku Ketua DPW PAN Papua yang juga Bupati Kabupaten Yahukimo.

Kceriaan Pengurus Forum Jurnalis Perempuan Provinsi Papua Indonesia. (Facebook Sari Amir)

Sementara itu, Ketua Panitia pelaksana Evarukdijati menjelaskan dipilihnya tema Politik dan Perempuan, karena menurutnya persoalan ketimpangan gender tercermin jelas dalam rendahnya keterwakilan perempuan di struktur lembaga perwakilan Indonesia.

 

“Dari total 261,9 juta penduduk Indonesia pada tahun 2017, penduduk perempuan berjumlah 130,3 juta jiwa atau sekitar 49,75% dari populasi. Besarnya populasi perempuan tersebut tidak terpresentasi dalam parlemen. Jumlah perempuan di kursi legislatif lebih kecil dibanding dengan laki-laki,” paparnya.

Pengurus Forum Jurnalis Perempuan Provinsi Papua Indonesia. SUASANA FORUM DISKUSI SEBELUM MUSYAWARAH. (Facebook Sari Amir)

Adapun forum itu berhasil memilih Pengurus FJPI Papua periode 2018-2021 sebagai berikut, Yuliana Lantipo dari Tabloid Jubi sebagai Ketua, Omega Batkorumbawa dari MNC TV selaku Sekretaris dan Elsye Sanyi sebagai Bendahara dari Harian Pagi Papua, dan dibantu oleh enam divisi yakni organisasi, advokasi, pemberdayaan perempuan dan anak, pengembangan kapasitas, usaha dana dan perwakilan daerah yakni Biak-Nabire, Merauke, Wamena dan Timika.

Yuliana Lantipo (tengah) bersama pengurus FJPI Elsye Sanyi dan Mega Batkorumbawa. (Vina /HPP)

Ketua FJPI Papua terpilih, Yuliana Lantipo yang juga mantan jurnalis Sinar Harapan di Jakarta mengatakan, forum ini akan menjadi wadah untuk pengembangan kapasitas jurnalis perempuan maupun perempuan lainnya yang ingin menjadi penulis atau pewarta, selain itu akan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak dalam menjalin komunikasi untuk kemajuan perempuan.

 

‘’Jurnalis perempuan selain untuk mengembangkan kapasitas diri juga akan menjalin komunikasi dengan berbagai pihak untuk kemajuan perempuan. Jurnalis perempuan juga akan lebih banyak mengangkat isu perempuan dalam pemberitaan sehingga kegiatan-kegiatan perempuan lebih banyak dikenal,’’ tandasnya. (Elsye Sanyi / Koran Harian Pagi Papua)