BBPOM Jayapura dan Komisi IX DPR RI Sosialisasi KIE di Sentani

0
16
Suasana Kegiatan Sosialisasi. (Irfan/HPP)
Suasana Kegiatan Sosialisasi. (Irfan/HPP)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Jayapura bekerjasama dengan Anggota Komisi IX DPR RI yang membidangi Kesehatan, Kependudukan, Tenaga Kerja dan Transmigrasi melaksanakan sosialisasi Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) tentang obat dan makanan kepada mahasiswa, di Aula Lantai III Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (3/4/2018) pagi.

Kegiatan sosialisasi dengan tema, “Pemberdayaan Masyarakat melalui KIE tentang Obat dan Makanan”, itu dihadiri dan dibuka secara langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Jayapura Giri Wijayantoro.

Turut hadir Anggota Komisi IX DPR RI Roberth Rouw, Kepala Bidang (Kabid) Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen pada BBPOM di Jayapura Imelda Gunawan, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Jayapura Khairul Lie, S.KM, M.Kes, Kadisperindag Kabupaten Jayapura Pieter Yom dan unsur Forkompimda Kabupaten Jayapura serta 500 orang mahasiwa-mahasiswi baik dari STIKES maupun STIPER.

Kepala Bidang (Kabid) Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen pada BBPOM di Jayapura, Imelda Gunawan mengatakan, sosialisasi pemberdayaan masyarakat melalui KIE tentang obat dan makanan ini bertujuan untuk pengetahuan dan pemahaman kepada masyarakat, khususnya mahasiswa yang kali ini menjadi peserta sosialisasi tersebut mengenai makanan dan obat-obatan yang layak untuk dikonsumsi.

“Dengan demikian masyarakat akan terhindar dari bahan pangan berbaha yang dapat menyebabkan berbagai penyakit. Peserta sosialisasi di tahap pertama ini yang kita undang adalah mahasiswa dan sosialisasi tahap kedua pada tanggal 7 April nanti itu kita undang para pelajar SMA/SMK,” ujar Imelda Gunawan ketika dikonfirmasi wartawan disela-sela kegiatan sosialisasi tersebut, Selasa (3/4/2018) siang.

Anggota Komisi IX DPR RI, Roberth Rouw. (Eveerth Joumilena / LintasPapua.com)

Imelda mengatakan, pihaknya sering mendapatkan makanan dan obat-obatan mengandung bahan pangan berbahaya yang banyak beredar di pasaran.

Sosialisasi tersebut bertujuan untuk mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai obat, makanan dan kosmetik yang mengandung zat berbahaya. Oleh karena itu, masyarakat tidak asal membeli makanan dan obat-obtan, sehingga harus jeli dan teliti sebelum mengonsumsi.

“Mengingat banyak beredar obat-obatan dan makanan di masyarakat. Begitu juga soal makanan harus di lihat izin edar yang dikeluarkan BBPOM, kemudian kadaluarsa atau belum. Kita ingin memberikan pengetahuan kepada mereka agar mampu melindungi dirinya sendiri dari obat dan makanan yang tidak memenuhi syarat,” sebutnya.

Untuk sistem pengawasan obat dan makanan itu melalui tiga pilar, menurut Imelda, bukan hanya pemerintah saja yang bertanggungjawab dalam sistem pengawasa obat dan makanan. Tapi, juga pelaku usaha dan masyarakat itu sendiri.

“Oleh karena itu, masyarakat harus teliti dalam memilih makanan dan obat-obatan yang akan dikonsumsi,” tuturnya.

Imelda Gunawan berharap adanya sinergi dengan dinas terkait dalam melakukan sosialisasi akan memiliki dampak yang positif dalam rangka menambah pengetahuan masyarakat mengenai bahan pangan yang berbahaya.

Sementara itu, Wakil Bupati Jayapura Giri Wijayantoro mengatakan kegiatan sosialisasi ini adalah satu semangat baru bagi masyarakat dan jika masyarakat selektif dalam makanan dan obat-obatan maka akan mencegah diri dari berbagai penyakit akibat mengkonsumsi bahan pangan berbahaya.

“Jadi, masyarakat juga harus tau dan jangan terjadi seperti yang lalu-lalu. Oleh karena itu, kegiatan sosialisasi ini penting dan jangan sampe terjadi lagi seperti yang sebelumnya itu ada obat-obatan yang illegal atau dapat dikatakan obat yang tidak bisa menyembuhkan namun dikonsumsi oleh masyarakat,” ujarnya.

“Namun hal itu tergantung dengan gaya hidup, jika ingin hidup sehat, maka konsumsilah makanan yang sehat pula,” tuturnya.

Senada, Anggota IX DPR RI dari Dapil Papua, Roberth Rouw meminta kepada masyarakat untuk selektif dalam memilih bahan pangan dan juga obat-obatan yang akan dikonsumsi sehari-hari.

“Jadi, masyarakat harus selektif karena saat ini bahan pangan maupun obat-obatan berbahaya banyak beredar di lapangan,” pintanya.

Karena itu, kata Roberth Rouw, masyarakat harus memiliki pengetahuan mengenai makanan dan obat-obatan yang layak untuk dikonsumsi, sehingga dapat mencegah agar terhindar dariberbagai penyakit.

“Salah satunya, dengan mengetahui ciri-ciri makanan yang mengandung formalin, boraks dan zat berbahaya lain sebagainya,” papar Roberth Rouw yang juga Politisi dari Partai Gerindra tersebut. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)