45 Orang Diamankan Saat Rusunawa Digeledah, Tim Gabungan Gagalkan Rencana KNPB  Deklarasi Republik West Papua

Situasi saat diamankannya para Anggota KNPB di Mapolres Jayapura Kota, Rabu (4/4) siang. (Paul)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)) – Tim gabungan Polres Jayapura Kota dengan diperbantukan dari TNI yakni Kodim 1701 Jayapura dengan jumlah keseluruhan anggota sebanyak 400 personil menggeledah asrama mahasiswa Universitas Cenderawasih (UNCEN) yang diduga digunakan sebagai markas Komite Nasional Pembebasan Papua Barat (KNPB) yang berlokasi di Perumnas III, Kelurahan Yabansai, Distrik Heram, Kota Jayapura, Rabu (4/4) pagi.

Penggeledahan tersebut bermula dari beredarnya informasi dalam bentuk selebaran beberapa hari lalu terkait adanya rencana KNPB yang diduga sebagai underbow Organisasi Papua Merdeka (OPM) akan menggelar Deklarasi Panitia Persiapan Kemerderdekaan Republik West Papua dengan menyerukan kepada warga Papua untuk menghadiri deklarasi tersebut yang diadakan di lapangan Kali Kampwolker Perumnas III pada Kamis (5/4) ini.

Saat dilakukan penggeledahan, tim gabungan mendapati adanya aktifitas kelompok KNPB yang sedang mempersiapkan panggung pelaksanaan deklarasi, kemudian mengamankan 45 orang yang diduga terlibat dalam aktifitas tersebut. Dua diantaranya diamankan di Mapolsek Abepura guna pemeriksaan terkait disitanya barang bukti 159 Laptop yang dicurigai hasil kejahatan yang ditemukan di lantai 2 unit 1 Rusunawa, sedangkan 43 diantaranya ditahan di Mapolres Jayapura Kota untuk dilakukan pemeriksaan terkait dugaan keterlibatan rencana makar dan juga keterlibatan terhadap pencurian 35 unit sepedamotor yang disita tim gabungan saat dilakukannya penyisiran 6 unit Rusunawa Asrama Mahasiswa UNCEN.

Selain itu, tim gabungan juga mengamankan barang bukti yakni 2 amunisi aktif, 2 amunisi kosong, senjata laras panjang, atribut KNPB serta bendera Bintang Kejora, dan juga anak panah serta beberapa stel pakaian kebesaran Satgas KNPB.

Kapolres Jayapura Kota AKBP Gustav R. Urbinas, S.Ik, SH kepada para wartawan menjelaskan bahwa pihaknya akan melakukan pemeriksaan mendalam dalam satu kali 24 jam terhitung sejak diamankannya 45 orang yang saat ini diperiksa kepolisian.

“Dari 45, ada 2 orang yang diperiksa Polsek Abepura terkait  kepemilikan leptop tersebut, sedangkan 43 orang lainnya saat ini ditahan Polres Jayapura Kota terkait dugaan kasus curanmor, kepemilikan amunisi dan rencana aktifitas seruan deklarasi panitia persiapan kemerdekaan negara West Papua  yang rencananya dilaksanakan di lapangan Kali Kampwolker Perumnas III pada Kamis besok,” ungkapnya saat memberikan keterangan di Mapolres Jayapura Kota, Rabu (4/4) sore.

Lanjut Gustav, 5 dari 45 orang yang diamankan itu merupakan tamu yang datang dari Sorong, Merauke, dan Timika, yang juga akan diperiksa keterlibatannya terkait aktivitas besok sesuai isi selebaran. Bahkan kata Gustav, pihaknya telah mendatangi tempat pelaksanaan kegiatan di lapangan Kali Kamwolker dan mengimbau serta memastikan agar panitia tidak melanjutkan pelaksanaan kegiatan yang bertentangan dengan ideologi NKRI itu.

“Panitia persiapan sudah menyatakan ke kami untuk bersedia membongkar tempat pelaksanaan kegiatan, baik panggung ataupun atribut acara lainnya. Upaya ini kami lakukan juga karena tak ada ijin dari kepolisian untuk pelaksanaan kegiatan tersebut, juga dari konteks selebaran yang dilakukan bertentangan dengan dasar negara Republik Indonesia,” tegasnya.

Terkait adanya Sekjend KNPB yang diamankan yakni Ones Nesta Suhuniap, Kapolresta mengakui hal tersebut. Menurutnya Ones ditahan bersama 5 orang dari luar Jayapura yang berada di salah satu unit asrama rusunawa.

Namun demikian Gustav menegaskan, pihaknya dengan perbantuan dari aparat TNI akan tetap memonitor rencana kegiatan Kamis (5/3) ini. “Jika masih dilanjutkan ya  kami akan lakukan upaya penangkapan,” tegasnya.

Ia mengakui bahwa selama ini banyak aduan dari masyarakat secara informal kepada kepolisian yang menyampaikan bahwa asrama mahasiswa Uncen selama ini memang perlu digeledah karena diduga banyak hasil kejahatan seperti motor dan laptop yang tidak memiliki surat-surat resmi berakhir di sana.

Oleh karena itu, pihaknya akan berkomunikasi dengan Pemerintah Kota Jayapura dan Rektor Uncen terkait status kependudukan dan kemahasiswaan serta fungsi dari asrama tersebut guna mengurangi potensi kejahatan, “karena masyarakat juga resah, dan kami hanya bisa memberikan saran saja agar situasi aman terkendali,” pungkasnya.

Komandan Divisi Militer (Dandim) 1701 Jayapura, Letkol Inf Nova Ismailiyanto menambahkan, pihaknya akan tetap siap menopang tugas dan fungsi kepolisian dalam menindak segala bentuk kegiatan yang bertentangan dengan ideologi Pancasila, namun tetap mengedepankan aspek kemanusiaan.

“Bahwa Republik Indonesia ini adalah negara hukum, kita akan melakukan tinjauan yang bertentangan dengan negara hukum terkait dengan perijinan. Kalau semua tidak sesuai dengan ketentuan itu maka kita siap apabila dimintai bantuan dari Polresta, mau tak mau kita akan menjadi lawan bagi siapapun yang menginginkan kehendak yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila,” tegasnya di Mapolresta Jayapura, Rabu (4/4) sore.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Komnas HAM Papua, Frits Ramandey kepada HPP mengungkapkan, pihaknya memberikan apresiasi terhadap pihak keamanan terkait upaya penggeledahan beserta barang bukti hasil kejahatan yang berhasil diamankan itu. Ia juga telah bertemu dengan 43 orang yang diduga makar yang diamankan di Mapolres Jayapura itu serta memastikan bahwa mereka akan diperlakukan secara manusiawi tanpa melanggar hak asasinya selama dilakukanya proses pemeriksaan mendalam selama satu kali 24 jam.

“Yang terpenting adalah aktor dari kegiatan besok itu siapa, ini harus dibongkar juga,” lugas Frits di Mapolresta Jayapura, Rabu (4/4) sore. (cr10/HPP)

 

 

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...