Kota Jayapura Alami Inflasi Sebesar 2,10 Persen dan Merauke   0,11 persen

0
114
Kepala Bidang Statistik Distribusi, Bambang Wahyu Ponco Aji, SST,M.Si, , saat memberikan keterangan pers. (Fransisca /LintasPapua.com)
Kepala Bidang Statistik Distribusi, Bambang Wahyu Ponco Aji, SST,M.Si, , saat memberikan keterangan pers. (Fransisca /LintasPapua.com)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – Badan Pusat Statistik provinsi Papua  menyampaikan berita resmi Statistik yang rutin di sampaikan setiap bulan kepada seluruh media Jayapura.bertempat di kantor Badan Pusat Statistik Jayapura,  Selasa(3/4/2018).

 

Kepala Bidang Statistik Distribusi, Bambang Wahyu Ponco Aji, SST,M.Si, menjelaskan Bulan Maret 2018 kedua kota indeks harga konsumen (IHK), dimana Kota Jayapura mengalami inflasi sebesar 2,10 persen dan Merauke mengalami inflasi 0,11 persen dengan indeks Harga Konsumen (IHK) masing-masing sebesar 134,42 dan sebesar 136,27

 

“Kota Jayapura menempati urutan kesatu ditingkatnasional dan di tingkat Sulampua (Sulawesi, Maluku dan Papua), sedangkan Merauke menempati urutan ke-45 di tingkat nasional dan keenam di tingkat Sulampua. Inflasi tahun kalender di Kota Jayapura pada bulan Maret 2018 sebesar 2,03 persen dan inflasi year on year (Maret 2018 terhadap Maret 2017) sebesar 4,18 persen. Inflasi tahun kalender Merauke di bulan Maret 2018 sebesar 1,87 dan inflasi year on year (Maret 2018 terhadap Maret 2017) sebesar 0,44 persen.” Kata bambang

Badan Pusat Statistik provinsi Papua  menyampaikan berita resmi Statistik yang rutin di sampaikan setiap bulan kepada seluruh media Jayapura.bertempat di kantor Badan Pusat Statistik Jayapura,  Selasa(3/4/2018).
(Fransisca/LintasPapua.com)

 

Kemudian Bambang menjelaskan juga Jumlah penumpang yang berangkat menggunakan angkutan laut pada Februari 2018 mengalami penurunan sebesar 46,14 persen, yaitu dari 12.717 orang pada Januari 2018 menjadi 6.849 orang.

 

“Penumpang yang datang dengan angkutan laut pada Februari 2018 mengalami penurunan sebesar 42,83 persen, yaitu dari 18.122 orang pada Januari 2018 menjadi 10.361 orang.

Volume barang yang dibongkar pada Februari 2018 tercatat sebesar 95.667 ton atau menurun 9,92 persen dibandingkan volumenya pada Januari 2018 yang sebesar 106.206 ton,” ucapnya.

 

Pada kesempatan ini Bambang juga mengatakan Bulan Maret 2018, Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Papua turun 0,16 persen dengan indeks NTP sebesar 92,11. Penurunan terjadi karena perubahan indeks harga diterima petani (I,) lebih kecil dari indeks harga dlbayar petani (lb). NTP Nasional Maret 2018 sebesar 101,94 atau mengalami penurunan 0,39 persen.

 

“NTP Provinsi Papua bulan Maret 2018 menurut subsektor yaitu: NTP Subsektor Tanaman Pangan 85,84; NTP Subsektor Holtikultura 90,20; NTP Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat 100,26; NTP Subsektor Peternakan 98,39 dan NTP Perikanan 99,02,” jelasnya.

 

Lebih lanjut, disampaikan, bahwa NTP subsektor Perikanan dirinci menjadi NTP Perikanan Tangkap 104,42 dan NTP Perikanan Budidaya 84,24.

 

Inflasi Pedesaan Papua Maret 2018 tercatat mengalami inflasi 0,16 persen. Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) di Papua Maret 2018 tercatat turun sebesar 0,06 persen.Secara nasional, tercatat 26 provinsi mengalami inflasi perdesaan dan 7 provinsi mengalami deflasi perdesaan.

 

“Sedangkan, inflasi pedesaan tertinggi terjadi di Bali sebesar 0,84 persen sedangkan Deflasi pedesaan terbesar terjadi di Nusa Tenggara Barat sebesar -0,55 persen,” pungkasnya. (Fransisca /LintasPapua.com)