Forum Jurnalis Perempuan Papua Terbentuk,  Yuliana Lantipo Terpilih Jadi Ketua

0
751
Yuliana Lantipo (tengah) bersama pengurus FJPI Elsye Sanyi dan Mega Batkorumbawa. (Vina /HPP)
Yuliana Lantipo (tengah) bersama pengurus FJPI Elsye dan Mega. (Vina /HPP)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Yuliana Lantipo terpilih sebagai Ketua Forum Jurnalis
Perempuan Indonesia Provinsi Papua periode 2018-2021.
Terpilihnya wartawati Jubi ini sebagai ketua FJPI Papua pertama ini
dalam musyawarah FJPI Papua pertama yang dibuka oleh Walikota Jayapura
Benhur Tommy Mano di Hotel Grand Abe, Selasa (03/04).

Dalam visi misinya perempuan Papua yang juga menjadi Straigh BBC ini
akan mengangkat isu-isu perempuan ke publik dalam program kerja tiga
tahun kedepan.

Pengurus Forum Jurnalis Perempuan Provinsi Papua Indonesia Periode 2018-2021. (Facebook Sari Amir)

“Dalam progam yang sekiranya paling cepat kita ingin lakukan adalah
meningkatkan kualitas perempuan dan jumlah wartawan perempuan,
khususnya di Papua dan kita akan mulai dari Kota Jayapura, dengan
membuka pelatihan-pelatihan,” ungkapnya kepada wartawan usai terpilih.

Salah satu program kerja yang akan dilakukan dalam waktu dekat oleh
FJP salah satunya juga adalah menjalin kerjasama dengan beberapa
komunitas dalam hal ini anak-anak muda sebagai target FJPI Papua,
seperti forum-forum mahasiswa yang ada di kampus-kampus agar bagaimana
mereka dapat memiliki ketertarikan untuk menjadi penulis.

Pengurus Forum Jurnalis Perempuan Provinsi Papua Indonesia. SUASANA FORUM DISKUSI SEBELUM MUSYAWARAH. (Facebook Sari Amir)

Diakuinya memang belum tentu mereka bisa menjadi wartawan karena
dirinya juga menghadapi beberapa anak muda yang berlatar belakang
pendidikan non Komunikasi namun terjun ke dunia jurnalistik atau suka
menulis.

Dalam kegiatan kedepan juga FJPI Papua berharap mereka bisa dirangkul
dan diajak bekerjasama dengan forum ini, dengan memulai program
pertama yakni membuat pelatihan tentang bagaimana membuat laporan
singkat dengan mengangkat isue perempun di lingkungannya.

Keceriaan Betty ‘Bebo’ Ibo dan Sari Amir – Pengurus Forum Jurnalis Perempuan Provinsi Papua Indonesia Periode 2018-2021. (Facebook Sari Amir)

“Bagaimana dia bisa melihat atau mengcaputure apa yang dilihatnya baik
lingkungan maupun kluarga, hal-hal inilah yang jarang diangkat ke
public,” katanya.

Terkait adanya gape-gape dalam jurnalis peremuan menurut perempuan
yang akrab disapa Julens ini menegaskan FJPI Papua siap merangkul
seluruh jurnalis perempuan baik di Jayapura maupun yang ada di
daerah-daerah.

Kceriaan Pengurus Forum Jurnalis Perempuan Provinsi Papua Indonesia. (Facebook Sari Amir)

“FJPI Papua merupakan organisasi baru di Papua dan kita juga baru dan
mungkin ada isue-isue yang beredar sepert itu seperti gape antar
wartawan, ini semuanya akan kita rangkul bersama dan ingin melibatkan
semuanya dalam kepengurusan organisasai yang saat ini sudah kita
bentuk,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam FJPI Papua juga terdapat devisi-devisi dan ini
FJPI Papua ingin semua jurnalis perempuan yang ada masuk tidak hanya
di Jayapura tetapi juga daerah.

Bendahara, Elsye Sanyi, Ketua, Yulan Lantipo, Sekretaris, Mega Baktorumbawa. Ketiga Terpilih Dalam Musyawarah Pengurus Forum Jurnalis Perempuan Provinsi Papua Indonesia Periode 2018-2021 (Facebook Sari Amir)

Dalam FJPI Papua juga terdapat devisi koodinator daerah sebagai
perpanjangan tangan pengurus provinsi untuk membawa isue bersama,
karena sekalipu para jurnalis perempuan ini belatar belakang media
yang berbeda-beda tetapi memiliki masalah yang sama yakni menangkat
isu perempuan.

“Untuk jangka waktu tiga bulan kedepan kita akan lakukan silaturahmi
ke instansi-instansi pemerintahan dan lembaga-lembaga profesi untuk
memperkenalkan FJPI Papua. Selain itu kami juga akan melakukan
pertemuan dengan jurnalis  warga  dan mahasiswa, melakukan pelatihan
media konflik, dan juga kedepan ke LPDS untuk melakukan UKW,”
pungkasnya. (Vina Rumbewas / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here