Tokoh Agama Kristen, Katolik dan Muslim Perlu Melihat Peradaban Agama di Tanah Suci

0
554
Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E, M.Si, ketika berbincang-bincang dengan Ketua tim 6, Pdt. Alberth Yoku, S.Th, M.Th dan Anggota MRP Pokja Agama, Dr. H. Toni Wanggai, M.A., usai melepas 65 tokoh agama baik dari Kristen Protestan, Kristen Katolik dan Muslim, untuk berwisata rohani ke tanah suci, Kamis (23/3/2018). (Irfan /HPP)
Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E, M.Si, ketika berbincang-bincang dengan Ketua tim 6, Pdt. Alberth Yoku, S.Th, M.Th dan Anggota MRP Pokja Agama, Dr. H. Toni Wanggai, M.A., usai melepas 65 tokoh agama baik dari Kristen Protestan, Kristen Katolik dan Muslim, untuk berwisata rohani ke tanah suci, Kamis (23/3/2018). (Irfan /HPP)

SENTANI (LINTAS PAPUA)  – Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E., M.Si menilai, para tokoh agama baik Kristen, Katolik dan Muslim perlu melihat peradaban agama yang ada di tanah suci.

“Tentunya wisata rohani ke tanah suci ini sangat perlu dan penting bagi para tokoh agama, untuk menambah pengetahuan mereka tentang awal mulanya peradaban agama-agama yang ada di dunia ini,” cetus Bupati Mathius usai melepas 65 tokoh agama Kristen, Katolik dan Muslim untuk berwisata rohani ke Tanah Suci, di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, belum lama ini.

Dikatakan bupati, selama ini semua tokoh agama hanya membacanya di  Alkitab, Alqur’an ataupun melalui media.

Dalam Sebuah Kegiatan lainnya, Ketua MUI Papua, Toni Wanggai bersama Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, saat menghadiri pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad S.A.W. di SMK YPKP Sentani, Selasa (20/3/2018) pagi.

“Tapi kali ini, mereka akan melihat langsung tempat bersejarah di dua tempat suci tersebut. Sehingga saat mereka kembali, dapat lebih meyakinkan umat-umatnya untuk tetap teguh dan tidak di ombang-ambing kan oleh kekuatan apapun di luar dari ajaran agama nya,” jelas Mathius Awoitauw.

Dengan begitu, lanjut Bupati Mathius, agama tetap menjadi kekuatan terakhir untuk menjaga hidup umat di Kabupaten Jayapura.

Foto Bersama Calon Jamaha Haji dari Kabupaten Jayapura. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

“Tapi juga dengan kondisi bangsa kita. Apabila kita melihat diberbagai media masa, banyak kepentingan politik, kelompok dan lain
nya yang merusak bangsa dan negara kita. Untuk itu, tokoh agama ini menjadi benteng terakhir untuk menjaga NKRI, persatuan dan kesatuan serta kebhinekaan kita, juga toleransi keagamaan yang lebih tinggi,” paparnya.

“Tidak hanya mengerti sedikit tentang agama, terus memfanatik kan orang atau mengangggap orang lain itu bukan orang beragama (kafir). Justru dengan pemikiran seperti itu akan memecah belah persatuan dan kesatuan semua umat beragama dan kekeluargaan kita,” terangnya.

“Tapi jika dengan menjaga kebersamaan seperti yang melekat saat ini, kita bisa bergembira dan kedepannya wawasan kita akan lebih tinggi lagi terhadap keberagaman yang kita miliki,” tukas Bupati Mathius. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here