Polisi Periksa Saksi Dugaan Penipuan Perumahan Bersubsidi di Sentani

455
Kapolres Jayapura, AKBP Victor Dean Mackbon, S.H., S.IK., M.H., M.Si, saat diwawancara. (Irfan / HPP)
Kapolres Jayapura, AKBP Victor Dean Mackbon, S.H., S.IK., M.H., M.Si, (Lala/HPP)

SENTANI (LINTAS PAPUA)  –   Kepolisian Resor Jayapura memeriksa saksi-saksi terkait laporan warga perumahan bersubsidi di Kompleks BTN Gajah Mada, Yahim Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua terkait dugaan penipuan pengembang rumah dan dugaan izin mendirikan bangunan (IMB) palsu.

“Laporan warga terhadap kasus perumahan bersubsidi di BTN Gajah Mada, kami sudah melakukan pemeriksaan saksi ahli,” ujar Kapolres Jayapura, AKBP. Victor Dean Mackbon, di Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa.

Menurut Kapolres, selanjutnya menunggu gelar perkara untuk menentukan status pihak yang bertanggung jawab terhadap kasus ini dan akan dinaikkan sebagai tersangka.

“Penanganan kasus ini dilakukan secara kooperatif. Pemeriksaan saksi-saksi sudah dilakukan dan juga saksi ahli,” katanya.

Victor mengaku belum mengetahui nama-nama saksi yang diperiksa dan berapa saksi.

Barang bukti dan pelaku yang diamankan pihak kepolisian. (Irfan / Harian Pagi Papua)

Mantan Kapolres Mimika itu mengatakan pihaknya akan terus melakukan upaya pemanggilan dan upaya lainnya terhadap pengembang perumahan itu.

Terkait dengan dugaan IMB palsu, kata dia lagi, belum masuk dalam pemeriksaan karena pemeriksaan yang dilakukan masih terkait aturan-aturan lingkungan yang dilanggar.

Sejumlah warga yang tinggal di perumahan bersubsidi di Kompleks BTN Gajah Mada, Kelurahan Dobonsolo, Sentani, Kabupaten Jayapura selalu menjadi langganan banjir ketika datang hujan.

Fitus Arung, salah satu warga yang tinggal di BTN Gajah Mada mengatakan pihaknya merasa ditipu oleh pengembang dan juga pihak bank atas brosur yang diperolehnya saat hendak membeli rumah tersebut yang menyatakan lokasi bebas banjir.

“Bank seharusnya jeli sebelum melakukan kerja sama dengan pengembang, terutama terkait Amdal dan juga kelayakan tempat yang dibangun karena ada indikasi Perumahan Gajah Mada tidak memiliki IMB,” katanya lagi.

Kasus ini sudah dilaporkan ke polisi untuk diproses lebih lanjut sesuai hukum yang berlaku. ((LKBN ANTARA / Musa Abubar / Koran Harian Pagi Papua)