3000 Tenaga Kesehatan Belum Punya Rumah

0
58
Ilustrasi Pelayanan Kesehatan kepada Ibu - Ibu Papua. (istimewa/BKKBN Papua)
Ketua Panitia Rakor, drg.Aloysius Giyai, M.Kes., saat memberikan keterangan. (istimewa)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Sekitar 3000 tenaga kesehatan di bumi cenderawwasih dilaporkan belum memiliki rumah. Hal demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Aloysius Giyai di Jayapura, kemarin.

Menurut dia, harus ada perumahan khusus bagi tenaga kesehatan yang setiap harinya bekerja mengabdikan diri memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Itu sebabnya, pada 2017 lalu, pihaknya telah menganggarkan biaya untuk pembangunan rumah. Hanya saja, setelah diajukan kedalam pembahasan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD), mendapat penolakan.

“Pada akhirnya saya mencoba mengajukan proposal rancangan pembangunan perumahan bagi tenaga medis di Kampung Holtekam Dusun Bombardir, Kota Jayapura dengan luas areal kurang lebih 5 hektar. Singkatnya proposal tersebut akhirnya dijawab pemerintah pusat,” tegasnya.

Oleh karenanya, dia selaku kepala dinas kesehatan mengapresiasi Dirjen Kementerian Penyediaan Perumahan, Kementerian PUPR yang menjawab pembangunan perumahan bag tenaga medis di Papua.

Dimana dalam perencanaan ada kurang lebih 250 unit rumah yang bakal dibangun bagi dokter spesialis, maupun pejabat eselon II, eselon III, IV dan staf.

“Apalagi kedepan akan juga dibangun TK dan PAUD.  Kemudian, sarana olahraga seperti tenis lapangan. Apalagi perumahan ini akan jadi bersamaan dengan jembatan Holtekamp,” ucapnya.

Diketahui saat ini jumlah tenaga medis khusus Dinas kesehatan Provinsi Papua sejumlah 3450 pegawai. Belum termasuk para pegawai di RSUD Jayapura dan RSU Abepura. Dari sekian banyak pegawai hanya 10 persen saja yang memiliki perumahan.

Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia bakal segera membangun 250 unit rumah bagi para tenaga medis Provinsi Papua, pada tanah seluas 5 hektar di Kampung Holtekam Dusun Bombardir Distrik Muara Tami, Kota Jayapura.

Tanah seluas 5 hektar ini merupakan tanah pemberian dari Ondoafi/kepala suku Holtekam, kepada pemerintah untuk dibangun perumahan bagi pegawai, dokter spersialis, dokter dan tenaga juru rawat.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Perumahan Tenaga Kesehatan Provinsi Papua dilakukan oleh  Direktur Jenderal penyediaan perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan rakyat  Ir H Khalawi AH, Selasa (27/3), didampingi Kepala Satuan Kerja Non Vertikal (SNVT) Penyedia Perumahan Provinsi Papua Malikidin Soltief dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Aloysius Giyai. (Erwin / Koran Harian Pagi Papua)