BEM Uncen Minta Polda Papua Tindak Tegas Ustad Fadlan

0
1064
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Cendrawasih, Paskalis Boma. (Elsye Sanyi / HPP)
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Cendrawasih, Paskalis Boma. (Elsye Sanyi / HPP)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Menyikapi dinamika kehidupan masyarakat di Papua yang beberapa hari terakhir hebohkan dengan beredarnya video di dunia maya youtube, Facebook, Whatsapp dan instagram perihal video yang didalamnya berisi Dakwah Islamic yang disampaikan oleh Ustadz Fadlan Garamatan yang dalam cerita video tersebut menceritakan tentang kondisi orang papua dengan ungkapan kata-kata yang sangat melukai hati dan  perasaan orang papua serta mencederai Toleransi antar Umat Beragama di Papua.

Maka Ketua BEM Uncen Paskalis Boma mengatakan sebagai mahasiswa yang merupakan agent control social melihat dinamika ini sangat membahayakan kerukunan & kenyamanan hidup masyarakat papua yang sudah lama hidup damai berdampingan antar suku, agama, dan ras.

“Namun dengan hadirnya video ini sangat memicu konflik besar-besaran seperti yang pernah terjadi di beberapa daerah di indonesia seperti Poso dan Ambon maka kami tidak mau hal tersebut terjadi di papua lagi. Papua ini Tanah Yang di berkati Tuhan. Siapapun dia jangan pernah  merusak tatanan hidup orang papua. Atas Nama Alam dan Leluhur Orang Papua Kami mengutuk tegas oknum-oknum yang mau merusak tatanan hidup masyarakat Papua,” ucapnya dala konferensi pers yang digelarnya, di Kampus Uncen Jayapura, Jumat (23/3/2018).

Pihaknya meminta agar Kapolda Papua segera tindak tegas oknum ustad yang bersangkutan menangkap Oknum Ustad tersebut dan memenjarakan. Karena telah melanggar Kitab Undang – Undang Hukum Pidana ( KUHP ) pasal 156 dan pasal 156a KUHP.

Dalam sebuah kesempatan, BEM Uncen bersama OKP Cipaying PMKRI, HMI dan GMNI menyikapi masalah toleransi di Papua, agar masyarakat tidak terprovokasi dengan berbagai keadaan. (LintasPapua.com)

“Kami mau manyampaikan kepada semua masyarakat papua agar jangan terprovokasi dengan pernyataan ustad tersebut karena pernyataan ustad tersebut hanya pernyataan individu dan konyol. Ustad tersebut hanya seorang diri dia mau merusak hubungan kekeluargaan antara saudara-saudara kami muslim papua & kami kristen serta antar suku yang sudah lama hidup rukun aman dan damai,” lanjutnya.

Untuk itu, ia mengakak semua masyarakat menjaga Papua agar tetap kondusif. Kami serahkan masalah ini pada pihak yang berwajib agar ustad fadlan garamatan segera bertanggung jawab pada orang papua atas perbuatannya yang sangat melukai hati kami semua orang papua. (Elsye Sanyi  /Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here