Inilah Pernyataan Tim  6 Terkait Persoalan Pembangunan Menara Masjid Agung Al- Aqsha Sentani

0
467

SENTANI (LINTAS PAPUA)  –  Majelis Rakyat Papua (MRP) Pokja Agama melaksanakan dialog kerukunan umat beragama dengan lembaga lembaga agama yang ada di Kabupaten Jayapura, Senin (26/3/2018) pagi.

 

 

Kegiatan dialog yang berlangsung di Aula Lantai I Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura itu dihadiri Anggota MRP Pokja Agama, Dr. H. Toni Wanggai, S.Ag, M.A, Ketua Tim 6 Pdt. Alberth Yoku, S.Th, pengurus dan anggota PGGJ serta tokoh-tokoh gereja.

 

 

Ketua Tim 6, Pdt. Alberth Yoku, S.Th meminta, kepada semua pihak tidak lagi membuat status provokasi di Media Sosial (Medsos) terkait persoalan pembangunan menara Masjid Agung Al- Aqsha Sentani yang sedang ditangani pihaknya.

 

“Jadi, saya imbau kepada semua pihak untuk dapat menahan diri dengan tidak membuat status provokasi di Media Sosial (Medsos). Sebab, saat ini penyelesaian persoalan pembangunan menara Masjid Al-Aqsha itu sudah kami tangani,” ucap pria yang pernah menjabat Ketua Sinode GKI Tanah Papua ketika menanggapi pertanyaan wartawan soal status atau komentar di Medsos yang dimuat oleh oknum masyarakat, yang mana dalam komentar atau status tersebut menyatakan bahwa batas waktu pembongkaran menara Masjid Agung Al-Aqsha Sentani itu pada tanggal 28 Maret 2018 nanti.

 

 

Menurut Alberth Yoku, jika orang itu bukan bagian dari anggota tim 6 (Tim Penyelesaian Masalah Konflik Antar Umat Beragama di Kabupaten Jayapura) atau diluar dari apa yang saat ini sedang pihaknya selesaikan, maka tidak perlu membuat status.

 

“Apalagi sampai membuat status yang berbau provokasi. Sebab, yang diberikan kepercayaan untuk menyelesaikan persoalan ini adalah kami tim 6. Dimana, kami ditunjuk langsung secara resmi oleh Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw didalam rapat Forkopimda beberapa waktu lalu,” katanya.

 

 

“Maka itu, bila masih ada orang yang membuat status dengan tujuan memprovokasi masyarakat dan umat beragama, akan kami tuntut orang tersebut,” tegasnya menyambungkan.

 

 

Kepada wartawan, lanjut Alberth untuk tidak perlu menerima berita maupun pernyataan oleh orang diluar tim.

 

“Karena yang berkompeten untuk berbicara masalah ini adalah ketua tim dan anggota bukan orang-orang diluar sana. Jadi, saya minta para wartawan untuk jeli melihat persoalan ini,” pintanya.

 

 

Alberth mengungkapkan, saat ini pihaknya sedang berusaha menyelesaikan persoalan menara masjid dengan mempertemukan semua pihak agar dapat mencari solusi terbaik.

 

 

“Oleh sebab itu, saya mengimbau kepada semua pihak mulai saat ini berhentilah membuat status yang dapat memecah belah umat beragama di Kabupaten Jayapura,” imbuhnya.

 

 

Dikatakan Alberth, apabila dirinya menemukan orang yang membuat status provokasi dan membuat statmen di media diluar dari tim 6, akan dianggap sebagai provokatif atau pembohongan publik.

 

 

“Kemudian kami (tim 6) bersama pemerintah akan menutut orang tersebut agar dapat mempertanggungjawabkan pernyataanya secara hukum,” cetusnya.

 

 

Senada dengan hal itu, Dr. H. Toni Wanggai, S.Ag, M.A, selaku Anggota MRP Pokja Agama itu meminta kepada semua pihak agar tidak lagi membahas tentang dinamika pembangunan menara Masjid Agung Al-Aqsha.

 

 

“Dikarenakan semua masalah ini sudah kami lokalisir agar tidak meluas keluar. Sehingga semua pihak selain anggota tim 6, kami minta agar tidak usah lagi membuat statemen terkait masalah ini,” papar Toni Wanggai yang juga Anggota Tim 6.

 

 

Dijelaskan Toni, bahwa pihaknya bersama pemerintah telah berkomitmen untuk bersama-sama menyerahkan semuanya kepada tim 6 yang ditunjuk pemerintah. Maka itu, kalau ada informasi yang provokativ atau mengadu domba kerukunan umat beragama, jangan cepat percaya.

 

 

“Tapi tanyakanlah kepada tim yang dibentuk pemerintah sehingga persoalan ini tidak lagi melebar dan dapat terselesaikan secepatnya,” bebernya. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here