KONI Pusat : Stadion Papua Bangkit  Selesai  Akhir Desember 2018

0
68
Kadisorda Papua Yusuf Yambe Yabdi (dua dari kiri) saat peninjauan langsung pembangunan stadion Papua Bangkit (ist)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) optimis pekerjaan pembangunan stadion Papua Bangkit di Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura, selesai pada akhir 2018.

“Saya optimis selesai akhir tahun ini. Dari penjelasan PT.PP progres
pembangunan sudah 46 persen,” kata Wakil Ketua KONI Pusat Mayjend Purn TNI Suwarno
kepada wartawan usai meninjau stadion bersama Technical Delegate (TD)
cabang olahraga, Kamis (22/3/2018) kemarin.

Suwarno mengaku, pihaknya sudah beberapa kali datang meninjau stadion
dan progres pembangunannya sangat cepat. Padahal, awal pembangunan
banyak kendala karena struktur lokasinya batuan.

Namun, seperti yang kita lihat dari skalah perencanaan sampai kondisi
saat ini, progres pembangunanya sangat luar biasa. Apalagi orang-orang
yang bekerja semuanya profesional di bidangnya.

“tidak semua orang bisa membangun stadion sebesar ini, tenaga-tenaga
yang bekerja ini semuanya profesional di bidangnya masing-masing,”
katanya.

Suwarno sendiri sangat yakin dan optimis pekerjaan stadion ini akan
rampung seluruhnya akhir tahun 2018 ini. “Saya yakin pembangunan
stadion ini akan selesai sesuai kontraknya yakni 29 Desember 2018,”
ujarnya.

Kemudian, kata Suwarno, Papua mendapat rezeki dengan dibangunnya
sarana olah raga sebagai pendukung pelaksanaan PON mendatang. Dimana,
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), akan membangun
lima venue PON di Papua yang dikerjakan mulai tahun ini.

Kelima venue itu adalah aquatik, lapangan hockey Indoor, Istora Papua
Bangkit, kriket dan kolam renang. Ia berharap seluruh pembangunan
venue PON sudah selesai tahun 2019 bisa dilakukan uji coba.

Suwarno berharap, Pemerintah Provinsi Papua juga dapat menyelesaikan
masalah hak ulayat dengan masyarakat adat. Karena Kementeran PUPR akan
membangun venue jika masalah tanah sudah tuntas. “Permasalahan tanah
sangatlah krusial sehingga menjadi salah satu hambatan, tapi saya
yakin Pemda Papua bisa menyelesaikannya,”tutupnya. (Geis Muguri / Koran Harian Pagi Papua)