Setelah Saly Maskat, Kini Giliran Panji Agung Mangkunegoro Dilaporkan ke Polda Papua Terkait Pencemaran Nama Baik Cagub Papua JWW – HMS

0
57
HMS bersama kuasa hukum saat melaporkan masalah tersebut ke Polda Papua. SEBELUMNYA/ (ISTIMEWA)
Pasangan JWW – HMS saat berkampanye di Jayawijaya. (Roy Purba/ HPP)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua no urut 2, John Wempi Wetipo-Habel Melkias Suwae (JWW-HMS), kembali datangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Papua, Jumat (23/3/2018), setelah kemarin HMS melaporkan status yang di posting di Akun Facebook Saly Maskat. Kali ini (JWW-HMS) Status Panji Agung Mangkunegoro di akun facebooknya tertanggal 19 Maret 2018.Selain melaporkan Panji yang merupakan relawan Nusantara.

JWW menyampaikan pesan di hadapan media, setelah menyampaikan laporannya di SPKT Polda Papua

“Tudingan Panji di facebooknya sama saja mencemarkan nama baik saya, terkait saya melakukan hal yang tidak baik dengan cara mengajak tim sukses dan relawan. Ini tuduhan dengan melakukan kampanye hitam dan melakukan pembunuhan karakter, Catat baik ya, saya sudah terlalu banyak kumpulkan bukti dan kita akan lanjut terus. Jaga ko (kamu) mulut, ko pikiran dan ko kelakuan, supaya kalau kita komitmen untuk kampanye damai, gunakan cara elegan, sopan, terhormat dan cara yang cerdas” katanya.

Selain itu Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Papua, Kombes Pol. Edi Swasono, akan segera memproses laporan dan melakukan pemangilan Saly Maskat dan Panji Agung Mangkunegoro untuk di mintai keterangan

“Langkah pertama sudah dilakukan pemeriksaan terhadpa pelapor. Selanjutnya, dalam waktu dekat kita akan memanggil dan melakukan pemeriksaan terhadap terlapor dan semua yang terkait dengan kasus ini,” ungkapnya.

Bakal Calon Gubernur Papua – Bakal Calon Wakil Gubernur Papua, Jhon Wempi Wetipo – Habel Melkias Suwae. (Istimewa)

Menurut Edi, polisi akan menjalani tugasnya sesuai dengan tahapan. Adapun perkembangan perkara bergantung pada fakta berupa alat bukti atau petunjuk yang diperoleh penyidik.

“Mengacu pada 184 KUHAP, jika bukti permulaan yang cukup terpenuhi dan hasil gelar perkara menyatakan cukup untuk ditingkatkan ke tahap penyidikan, tentu akan kita tingkatkan ke penyidikan. Jadi saat ini baru proses penyelidikan,” ungkapnya

Kapolda Papua, Irjen Pol. Boy Raflir Amat, telah menerima laporan Calon Wakil Gubernur Papua nomor urut 2, HMS atas dugaan pencemaran nama baik.

“Sebagai langkah awal, Direktorat Reserse Kriminal Khusus akan melakukan tahapan penyelidikan atas laporan tersebut. Tahapan penyelidikan itu meliputi, mempelajari laporan dan mengumpulkan bahan keterangan awal sebagai bukti permulaan,”pungkasnya.

 

Pasangan Josua dihari ini juga melaporkan dugaan politik uang yang dilakukan oleh Tim Lukas Enembe-Klemen Tinal (LukMen) dalam sebuah gereja. Bukti dan foto terkait pengaduan tersebut diserahkan oleh Yulianus Doa ke Bawaslu Papua.

Wempi mengklaim relawan dan massa pendukungnya tak akan terpancing dengan keadaan saat ini. Ia mengklaim pendukungnya adalah orang-orang yang cerdas untuk menunggu komando dari dirinya.

“Semua itu tunggu komando saya. Jika komandonya cerdas, maka pendukungnya cerdas. Tapi, kalau pendukung kita semakin dizolimi, akan semakin baik. Tapi kalau terus-terusan dizolimi, akan bikin seenaknya seperti ini,” ujarnya.

HMS bersama kuasa hukum saat melaporkan masalah tersebut ke Polda Papua. (ISTIMEWA)

Wempi Wetipo juga datang ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Papua, juga dalam rangka meminta penegakkan hukum atas perbuatan pendukung kandidat lain, yang diduga melakukan money politic, yakni membagi-bagikan uang di dalam gereja.

“Kami laporkan ini berdasarkan bukti-bukti berupa foto dan kwitansi penyerahan uang yang diberikan oleh oknum. Barang buktinya sudah lengkap kami serahkan,” ungkapnya. (Tim Josua)