Kesbangpol Keerom Gelar Rapat Pengawasan Orang Asing

0
624

KEEROM (LINTAS PAPUA)Keberadaan orang asing di Indonesia sesuai UU no 6 tahun 2011 tentang keimigrasian dan Permen Kumham no 50 tahun 2016 tentang pengawasan tim pengawasan orang asing telah jelas mengatur bahwa mereka harus diawasi.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Jayapura, Gatot Setiawan, mengemukakan hal ini saat melakukan dan memimpin Rapat Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) bersama pihak terkait di Aula Kantor Badan Kesbangpol Keerom, Kamis (22/3/2018) kemarin.

‘’Pada intinya bahwa Materi yang kita angkat pada hari ini adalah tentang kerawanan pos lintas batas terkait ilegal entry yang dilakukan oleh warga asing khususnya warga negara PNG, Antisipasi pemberian dokumen Kependudukan dan status sipil dengan modus perkawinan campuran antara WNI dan warga negara Asing (PNG), Penyelundupan, peredaran dan penggunaan  narkoba yang sering dilakukan oleh warga negara asing (PNG) dan Maraknya tindakan kriminal yang dilakukan oleh Warga Negara Asing (PNG),’’ungkapnya pada kesempatan tersebut.

Sementara itu,  Kabid Bidang Ketahanan Seni, Budaya, Agama, Kemasyarakatan dan Ekonomi Kesbangpol Kab. Keerom, Jufri Taweutubun mengemukakan bahwa Rapat Timpora tersebuit sangat penting artinya bagi Keerom.

‘’Karena kita ketahui bersama kalau kab. Keerom ini berbatasan langsung dengan negara tetangga yaitu PNG, seharusnya orang yang keluar dan masuk wilayah Indonesia serta pengawasannya harus melalui pemeriksaan di Pos Lintas Batas terlebih dahulu,’’ungkapnya.

Ditambahkan bahwa isu-isu strategis yang berhubungan dengan pemantauan orang asing, maupun kegiatan-kegiatan lain yang dilakukan oleh orang asing dapat dilakukan cegah dini. ‘’Terutama kegiatan kriminal yang harus kita cegah sedini mungkin, kita ketahui bersama Kab. Keerom ini masih belum maksimal dalam pengawasan orang asing, tetapi kita kesbangpol kab. Keerom selalu meminimalisir dengan melakukan kegiatan-kegiatan sosialisasi,’’ungkapnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan Pemaparan oleh Kepala Bidang Intelijen Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Kota Jayapura, Bagus Putu. Pada kesempatan tersebut ia mengemukakan, Timpora adalah tim yang terdiri dari Instansi atau lembaga pemerintah yang mempunyai tugas dan fungsi terkait dengan keberadaan dan kegiatan orang asing serta memberikan saran pertimbangan kepada instansi dan lembaga pemerintah terkait.

‘’Setiap orang yang masuk atau keluar wilayah indonesia wajib memiliki dokumen perjalanan yang sah dan masih berlaku, meskipun memiliki dokumen tetapi belum melewati cap di Tempat Pemeriksaan Imigrasi sama saja ilegal,’’pungkasnya.

Kegiatan ini juga dihadiri Kepala Dinas Dukcapil Kab. Keerom, Jhon Tawa, Danramil 1701-04/Arso, Mayor Chk (K),  Yuliana Rosario Yoku, Pabung Keerom, Mayor Inf Yani, Kepala Kemenag Keerom, Karel F Mambay, Kasat Intelkam Polres Kab. Keerom, AKP Ferdinan Manuputi, Kanit Intel Polsek Arso, Ipda Hatta, para Kabid dan Staff Kantor Imigrasi Kota Jayapura dan Badan Kesbangpol Kab. Keerom. (Arif / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here