Kasus Pencemaran Nama Baik Lewat Facebook, Cawagub HMS Lapor Saly Maskat ke Polda Papua

Kuasa Hukum HMS, Pascalis Letsoin, menegaskan, bahwa apa yang di lakukan Saly Maskat merupakan fitnah yang di tujukan kepada HMS. Tampak HMS (tengah) bersama kuasa hukumnya. (ISTIMEWA)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – Calon Wakil Gubernur Papua, Dr. Habel Melkias Suwae (HMS) bersama  kuasa hukumnya Pascalis Letsoin, mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Papua, Kamis(22/3/2018), untuk melaporkan postingan Saly Maskat di Facebook, atas dugaan pencemaran nama baik.

Kemudian HMS dan kuasa hukum mendatangi bawaslu untuk croscek akun Facebook Saly Maskat, Bawalsu menyatakan Facebook Saly Maskat tidak terdaftar di KPU sebagai akun kampanye, sehingga prosesnya masuk ranah pindana.

Bawaslu sedang melakukan sidang dan akan mengeluarkan surat ke polda, agar diproses, terkait pidana murni.

 

Setelah menyampaikan laporannya, calon wakil Gubernur HMS berharap, kasus ini bisa di selesaikan tuntas dan tidak terjadi kasus yang sama.

Kuasa Hukum HMS, Pascalis Letsoin, SH., yang mendampinginya mengatakan, hal tersebut masuk ke ranah pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Tekhnologi (IT), bahkan tindakan yang dilakukan oleh Saly Maskat berpretensi sangat merugikan HMS mengingat dampaknya terhadap Pilkada Gubernur yang akan berlangsung Juni mendatang. Untuk itu dirinya meminta kepolisian untuk segera bertindak profesional dan memproses pengaduan kliennya itu. (ISTIMEWA)

“Saya melaporkan orang yang bernama Saly Maskat karena dia sudah komentari saya di Facebook, hal ini menyebar luas, di postingan itu tertulis  cagub, ga cawagubnya, sama saja soal pendidikan S1 dan S2-nya ini terindikasi bermasalah Ijazah S2, karena di portal Universitas Hasanudin ketika di krosceck datanya pakai nomor seri ijazah S2-nya ini keluar atas nama orang lain. atas nama Sarlotha Tandi Bura jurusan Informasi jenjang S1,” katanya.

Lanjutnya, bahkan,  disertai kutipan dari berita lingkarpapua.com dukung kebenaran jika ada bantahan disertai bukti. Saya akan buktikan itu kepada dia, saya kuliah S2,saya tamat di Stispol dan langsung lanjut S2.

“Ini penghinaan terhadap saya. Makanya saya harus melaporkan dan kita buktikan itu di jalur hukum. Masalah ini harus tuntas,” katanya.

 

Sementara itu, Kuasa Hukum HMS, Pascalis Letsoin, menegaskan, bahwa  apa yang di lakukan Saly Maskat merupakan fitnah yang di tujukan kepada HMS.

“Intinya, postingan itu bisa dikenai pasal 310 pencemaran nama baik sementara untuk UU ITE pasal 27 ayat 3 junto pasal 43 atau pasal 36 junto pasal 45, bersangkutan terancaman 1 tahun penjara atau maskimal 5 tahun penjara, denda 1 Milliar Rupiah,” tandasnya.

HMS bersama tim kuasa hukumnya membuat pengaduan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu ( SPKT) Polda Papua, Kamis (22/3/2018). (ISTIMEWA)

(Fransisca / LintasPapua.com)

 

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...