13 Kabupaten di Papua Siap Ikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer

109
Kepala Dinas Pendidikan Papua, Elias Wonda, saat diwawancara. (Erwin / Koran Harian Pagi Papua)
Kepala Dinas Pendidikan Papua, Elias Wonda memberikan penjelasan terkait kesiapan Ujian Nasional kepada Komisi V DPR Papua, Kamis (22/3). (Rambat/HPP)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Kepala Dinas Pendidikan Papua, Elias Wonda mengungkapkan jika ada 13 kabupaten di Papua yang bakal mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

 

“Jika dibanding tahun lalu, ada penambahan daerah yang ikut ujian nasional berbasis komputer ini, yakni dari 12 kabupaten menjadi 13 kabupaten,” ungkap Elias Wonda usai rapat dengar pendapat dengan Komisi V DPR Papua di Hotel Aston Jayapura, Kamis (22/3).

 

Dari 13 kabupaten itu, secara rinci untuk SMP yang ikut UNBK tercatat sebanyak 175 sekolah dengan jumlah siswa sebanyak 16.319 anak.

 

Untuk SMA terdapat 117 sekolah yang ikut UNBK dengan jumlah siswa sebanyak 11.488 anak. Sedangkan, untuk SMK diikuti sebanyak 78 sekolah dengan jumlah siswa sebanyak 6.139 anak.

 

Elias Wonda mengungkapkan untuk sekolah yang tidak mengikuti UNBK atau ujian kertas ini, SMP terdapat 488 sekolah dengan jumlah siswa sebanyak 22.756.

 

Untuk SMA terdapat 171 sekolah yang ikut ujian manual dengan jumlah siswa sebanyak 9.090 anak dan untuk SMK terdapat 46 sekolah dengan jumlah siswa sebanyak 2.180.

 

Sementara itu, untuk paket B atau setara dengan SMP yang ikut UNBK sebanyak 78 lembaga dengan jumlah 1.583 warga belajar, sedangkan untuk Paket C setara dengan SMA diikuti 78 lembaga dengan total peserta sebanyak 2.596 warga belajar.

 

“Mereka juga ikut UNBK, ada juga yang ikut ujian manual atau kertas,” jelasnya.

 

Untuk paket ini yang mengikuti ujian manual, Paket B sebanyak 51 lembaga dengan jumlah warga belajar sebanyak 1.015 orang, sedangkan untuk Paket C diikuti sebanyak 50 lembaga dengan jumlah warga belajar sebanyak 1.163 orang.

 

Diakui, untuk UNBK ini terus mengalamo peningkatan baik jumlah sekolah maupun jumlah siswanya.

 

“UNBK  itu awalnya diikuti 2 kabupaten dan 1 kota, kemudian setiap tahun bertambah dan sekarang menjadi 13 kabupaten/kota ikut UNBK, tahun lalu 12 kabupaten/kota,” katanya.

 

Ditambahkan, distribusi soal ujian sudah dilakukan, termasuk di Asmat yang merupakan daerah sulit lewat laut, sedangka  daerah lain dilakukan Senin depan didistrubusikan ke daerah-daerah.

 

“Ujian nasional serentak itu pada 3 April,” imbuhnya. (bat/ab / Koran Harian Pagi Papua).