Pace Mace Honorer di Papua Kam Siap Mo Diangkat Jadi PNS

0
220
ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua, saat mengikuti apel gabungan di Kantor Gubernur Dok II Jayapua, Senin pagi (Erwin / Koran Harian Pagi Papua)
Sekretaris Daerah Provinsi Papua, TEA Herry Dosinaen, S.IP M.KP,,saat memberikan keterangan. (Erwin)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Pemerintah Provinsi Papua menyambut rencana perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 yang memprioritaskan penerimaan pada tenaga pendidikan maupun kesehatan.

Kepada pers di Jayapura pekan kemarin, Sekretaris Daerah (Sekda) Papua,  Hery Dosinaen membuka kemungkinan mendorong tenaga honorer K2 di provinsi untuk diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Kendati begitu, pihaknya ingin memprioritaskan pengangkatan tenaga honorer K2 kepada Orang Asli Papua (OAP). Apalagi sebagian besar diantaranya telah mengabdi dan menjadi tenaga honorer sekitar belasan tahun.

“Makanya, nanti kami akan segera bentuk  tim kajian untuk menyampaikan kepada Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tentang langkah-langkah apa  yang harus diperuntukan bagi kami di Papua,” terang Sekda.

Sebelumnya Pemerintah Pusat telah memberi aba-aba untuk membuka lowongan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di bumi cenderawasih.

ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua, saat mengikuti apel gabungan di Kantor Gubernur Dok II Jayapua, Senin pagi (Erwin / Koran Harian Pagi Papua)

Belum ada keputusan mengenai waktu pelaksanaannya, namun dipastikan perekrutan CPNS 2018 akan digelar secara bersamaan dengan formasi 2014 yang belum terselenggara sampai detik ini.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Papua Nicolaus Wenda kepada pers, baru-baru ini.

Dia katakan, sampai saat ini pihaknya belum mendapat kepastian mengenai jumlah kuota yang akan diberikan bagi Provinsi Papua dalam perekrutan formasi Tahun 2018.

Oleh karenanya, diimbau bagi pemerintah kabupaten dan kota agar secepatnya menyusun kebutuhan pegawai berdasarkan analisis jabatan dan analisis beban kerja, guna menjadi acuan bagi pemerintah pusat dalam menetapkan kuota.

Sementara ditanya apakah ada pengkhususan jurusan dalam perekrutan CPNS, dia sebutkan hal itu dikembalikan dan bergantung pada kebutuhan masing-masing kabupaten dan kota.

“Yang pasti penerimaan nanti untuk semua jurusan. Tapi kalau ada pengkhususan itu tergantung dari pemdanya,” ucap dia. (Erwin / Koran Harian Pagi Papua)