Mantapss… Keerom dan  Kota Jayapura Bangun Konektivitas Kerja

0
259
penandatanganan MOU Pemkab Keerom dan Wali Kota Jayapura. (Arif / Koran Harian Pagi Papua)
penandatanganan MOU Pemkab Keerom dan Wali Kota Jayapura. (Arif / Koran Harian Pagi Papua)

Kabupaten Keerom Dimata Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano, Ibarat Rumah Sendiri

KEEROM (LINTAS PAPUA)Wali Kota Jayapura, DR. Benhur Tomi Mano, MM., mengaku Keerom adalah ibarat rumah sendiri baginya. Karena saat ia menjadi ASN ia pernah bertugas di Keerom tepatnya di Distrik Skanto.

‘’Ketika itu saya berkantor di kantor perwakilan camat di Skanto,’’ujarnya saat di Aula kantor Bupati Keerom,  Selasa (20/3/2018) kemarin.

Tak heran ia sangat antusias dan berharap, Keerom bisa menjadi daerah yang lebih maju terutama dalam pelayanan publik. Saat wawancara dengan wartawan HPP Keerom, ia mengemukakan lebih gamblang bahwa yang dibutuhkan Kab Keerom dan Kota Jayapura saat ini adalah konektivitas kerja.

‘’Jadi Kota Jayapura merupakan saat ini merupakan Centreline bagi daerah penyangga seperti Kab. Keerom, Kab. Jayapura dan Kab Sarmi. Jadi yang  dibutuhkan adalah koneksitas kinerja kita. Karena kita adalah satu jajaran dan dalam satu kawasan tanah Tabi atau Mamta,” ujar  Wali Kota Benhur Tomi Mano,  kepada HPP usai mengikuti penandatangan MOU antara Kota Jayapura dan Kab Keerom dibidang perizinan di Keerom, kemarin.

 

Dikatakan,  bahwa  konektivitas itu kita telah mulai pada saat perayaan Injil masuk Tabi pada tanggal 10 maret, maka konektivitas ini diharapkan berlanjut ke bidang  lain

Ditambahkan bahwa konektiviast yang diharapkan terjalin baik juga dibidang pendidikan, pertanian, infrastruktur dan lainnya. ‘’Seperti yang disampaikan kabag Pem tadi, bahwa infrastruktur jalan dan ekonomi adalah kunci, karena semua daerah pendukung tadi titik kumnpulnya adalah di Kota Jayapura. Bahkan Keerom menyuplai banyak kebutuhan ke Kota Jayapura, berupa bahan pertanian, perkebunan dan kehutanan. Maka ini harus diperkuat juga menyangkut regulasinya,’’lanjutnya.

Bahkan, BTM mengakui kelebihan salah satu produk unggulan Keerom yaitu buahnaga atau dragon fruit. ‘’Saya tadi rasakan buah naga dari Keerom, saya kira ini bisa dikembangkan agar Keerom bisa menjadi penghasil buah naga terbesar di Papua. Kita juga harus atur suplai ke Jayapura bagaimana agar harganya tak jatuh dan kualitas tetap terjaga. Dan ingat tahun 2020 adalah PON Papua, tentunya ini merupakan peluang bagi Keerom agar buah naga tadi menjadi ikon bagi kegiatan PON, sehingga untuk buah ini kita tak perlu ambil dari luar,’’pungkasnya. (Arif  / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here