Disoroti di Medsos, Wali Kota BTM  Tak Akan Mundur Soal Nama Soekarnopura  Untuk  Jembatan Hamadi – Holtekamp 

0
119
Dibangunnya Jembatan Holtekamp, selain memperlancar konektivitas akan mendorong pengembangan wilayah Kota Jayapura ke Timur yakni ke arah Skouw. (Foto Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)
Dibangunnya Jembatan Holtekamp, selain memperlancar konektivitas akan mendorong pengembangan wilayah Kota Jayapura ke Timur yakni ke arah Skouw. (Foto Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)

JAYAPURA (LINTAS  PAPUA)  – Pemilihan nama Soekarnopura untuk Jembatan Hamadi-Holtekamp membuat Wali Kota Jayapura mendapat sorotan atau protes oleh warga dibeberapa media sosial, terutama facebook. 

“Semua soroti saya, bahkan ada sejumlah warga yang singgung saya di facebook dan ingin membuat petisi atas usulan nama jembatan itu. Silahkan. Saya tidak akan mundur,” ujar Wali Kota Jayapura DR. Benhur Tomi Mano, MM yang akrab disapa BTM disela-sela tatap muka bersama pendeta dan vicaris se-Klasis GKI Keerom, Selasa (20/3).
PEMBANGUNAN JEMBATAN HOLTEKAMP. Pembangunan jembatan dibiayai oleh Kementerian PUPR, sementara Pemerintah Provinsi Papua mendanai pembangunan jalan pendekat dari arah Holtekamp, dan Pemerintah Kota Jayapura membangun jalan pendekat dari arah Hamadi. (Foto Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)
Terkait hal itu, Mano menjelaskan bahwa pemilihan nama Soekarnopura merupakan nama pertama Kota Jayapura, yang diakuinya telah berubah nama sebanyak empat kali hingga disebut Kota Jayapura saat ini.
Kemudian, disampaikannya juga bahwa nama Soekarno itu adalah nama pertama Presiden Republik Indonesia sebagai pendiri Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Wali Kota Jayapura, DR. Benhur Tomi Mano, MM, saat diwawancara. (Elsye Sanyi /Koran Harian Pagi Papua)
Menurutnya, pembangunan jembatan Hamadi-Holtekamp yang saat ini telah mencapai 95 persen itu akan dirampung sebelum akhir tahun 2018. (Elsye Sanyi / Koran Harian Pagi Papua)