Mama - Mama dengan jualan sayuran yang hendak digunakan untuk acara bakar batu di Kenyam, Kabupaten Nduga. (Eveerth Joumilena /lintaspapua.com)
Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Sekertaris Daerah Papua, Elia Loupatty menyampaikan keterangan kepada pers, saat sarasehan dengan BPJS Kesehatan. (Erwin /HPP)

JAYAPURA (LINTAS  PAPUA) – Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Papua diimbau mampu membina dan memaksimalkan potensi petani orang asli Papua (OAP). Supaya mereka mampu berkembang serta bersaing dalam meningkatkan taraf hidup dan ekonomi keluarganya.

“Yang pasti petani OAP ini perli diberikan kesempatan yang seluas-luasnya, agar hasil pertanian mereka dapat berkembang sehingga mereka bisa beroleh pendapatan untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya,” terang Asisten Bidang Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Setda Papua, Elia Loupatty, disela-sela kegiatan Forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Dinas TPH se-Provinsi Papua di Jayapura, pekan lalu.

Dia berharap instansi Dinas TPH dapat mengedepankan sekaligus mengangkat persoalan maupun permasalahan OAP. Dirinya meminta agar semua pihak tak perlu malu untuk membahasnya, sebab hal tersebut menjadi program prioritas sebagaimana amanat UU Otonomi Khusus.

“Makanya sebelum menurunkan program kepada petani OAP, saya juga minta Dinas TPH untuk bisa melakukan pendataan terhadap OAP yang berprofesi sebagai petani di seluruh bumi cenderawasih”.

“Sebab pendataan jumlah OAP yang berprofesi dibidang pertanian, khususnya, Tanaman Pangan dan Holtikultura, ini juga sebagai bagian yang tak terpisahkan dari Intruksi Gubernur Papua kepada seluruh bupati dan walikota terkait pendataan jumlah OAP,”harapnya.

Dia tambahkan, pendataan petani OAP oleh instansi TPH Papua, diyakini tak bakal sulit bila seluruh staf dapat secara bergantian turun ke distrik-distrik maupun kampung, saat melaksanakan satu kegiatan yang sekaligus diselingi dengan pendataan para petani OAP.

Bila dilakukan secara terintegrasi, dia meyakini pendataan dapat berlangsung tak lama. “Dengan begitu, segala bentuk kebijakan yang turun terhadap petani OAP, dapat diterima dan dilaksanakan dengan baik”.

“Artinya, data-data terkait petani OAP ini bukan semata-mata untuk menolog pemerintah daerah setempat atau Pemprov Papua, tetapi saudara-saudara kita OAP itu sendiri. Dengan begitu, saya minta staf-staf di daerah jangan cuma duduk-duduk dikantor. Tetapi sesekali masuk sampai ke kampung-kampung supaya memperoleh data yang akurat terkait petani OAP,” pungkasnya. (Erwin / Koran Harian Pagi Papua)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here