Kepala Dinas Tenaga Kerja Papua,  Yan Piet Rawar. (Erwin / HPP)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Jumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Vanimo, Papua New Guinea (PNG) saat ini mencapai 1.176 orang. Para tenaga kerja itu, berasal dari seluruh wilayah di Indonesia.

Dengan jumlah sebesar itu, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Papua berkenan mengecek kepastian perlindungan bagi para TKI di negara rumpun melanesia tersebut.

Hal demikian disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Papua, Yaan Piet Rawar, kepada pers, pekan kemarin, usai melakukan kunjungan ke Vanimo Papua Nugini.

Menurut dia, kunjungan awal ke Papua Nugini itu berjalan lancar. Dimana kedatangannya untuk memberikan pembinaan kepada pekerja maupun perusahaan yang mempekerjaan TKI.

“Sebab Tenaga Kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri pun berhak mendapatkan perlindungan. Untuk itu, tujuan kunjungan kami ke Papua Nugini kemarin dalam rangka mengecek apakah tenaga kerja kita dapat perlindungan atau tidak”.

Wilayah perbatasan Indonesia – Papua New Guinea (PNG) di Skouw, Kota Jayapura. (Eveerth Joumilena /Koran Harian Pagi Papua)

“Kami juga ingin melihat langsung kondisi situasi para pekerja secara pandangan mata. Sekaligus mendorong mereka untuk lebih giat bekerja, disiplin, dan mematuhi peraturan maupun ketentuan perusahaan setempat. Tetapi yang terpenting menimbau untuk menghindari perbuatan yang melanggar hukum,” ujar dia.

Dia menambahkan, pada kesempatan itu instansinya juga memastikan apakah para pekerja Indonesia di Vanimo, legal atau sebaliknya. Sehingga ada pembinaan berkelanjutan yang diberikan, guna meningkatkan kesejahteran pekerja.

“Namun kalau ilegal tentu bagaimana kita melakukan pembinaan agar mereka menjadi pekerja legal dan ini merupakan tugas kami pemerintah,” tuturnya. (Erwin / Koran Harian Pagi Papua)