Bupati Awoitauw Letakkan Batu Pertama Pembangunan RKB di YPKP Sentani

0
398
Bupati Letakkan Batu Pertama Pembangunan RKB di YPKP Sentani

Bupati Mathius Harap Persoalan yang Terjadi Akhir-akhir Ini Tidak Boleh Dibawa Keluar dari Kabupaten Jayapura

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E, M.Si, melakukan peletakan batu pertama pembangunan ruang kelas baru (RKB), sebanyak empat ruang belajar lantai dua, di Yayasan Pondok Karya Pembangunan (YPKP) Sentani, Distrik Sentani, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (20/3/2018) pagi.

Sebelum peletakan batu pertama dimulai, rombongan Bupati Jayapura Mathius Awoitauw yang didampingi Asisten I Bidang Pemerintahan Umum Setda Kabupaten Jayapura, Abdul Rahman Basri, S.Sos, M.KP dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura Alpius Toam, S.T.,M.MT., menghadiri dan juga mengikuti acara Maulid Nabi Muhammad S.A.W. 1439 H/2018 Masehi serta memberikan bantuan kepada YPKP Sentani.

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E, M.Si, mengatakan, pengembangan kualitas pendidikan agama, menempati peran sangat penting dan juga strategis bagi kelangsungan kehidupan bermasyarakat. Tinggi rendahnya kualitas masyarakat di masa depan, sangat tergantung pada derajat keberhasilan penyelenggaraan pendidikan agama.

“Di masa sekarang, apa yang kita laksanakan merupakan perhatian dan kepedulian secara fisik. Tetapi, juga menjadikan pembangunan pendidikan melalui sekolah agama sebagai bagian tak terpisahkan dari pembangunan pendidikan di Kabupaten Jayapura secara keseluruhan,” kata Bupati.

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E, M.Si, melakukan peletakan batu pertama pembangunan ruang kelas baru (RKB), sebanyak empat ruang belajar lantai dua, di Yayasan Pondok Karya Pembangunan (YPKP) Sentani, Distrik Sentani, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (20/3/2018) pagi. (Irfan/HPP)

Dalam sambutannya pada acara Maulid Nabi Muhammad S.A.W. 1439 H/2018 M dan peletakan batu pertama pembangunan ruang kelas baru di YPKP Sentani, Bupati Mathius juga menyampaikan, pada tahun 2016 lalu itu kita semua di Kabupaten Jayapura ini telah membuat komitmen yang besar, dimana pada saat itu Menteri Agama RI dan Wakil Gubernur Papua beserta sejumlah pejabat di Provinsi Papua hadir dalam pencanangan zona inetgritas kerukunan di daerah ini.

“Jadi, pernyataan itu sangat tulus dari berbagai pihak komponen masyarakat. Saya lihat bahwa pencanangan itu tulus, berarti itu adalah kerinduan kita semua, juga harapan-harapan kita semua untuk Jayapura yang lebih baik serta Jayapura yang kita miliki bersama dan bangun bersama,” katanya.

Komitmen dari pencanangan zona integritas kerukunan ini, menurut Bupati Mathius, membutuhkan pengorbanan-pengorbanan yang lain juga, baik itu pengorbanan bagaimana benar-benar semua pihak saling mendukung, saling menghargai serta saling memperhatikan satu sama lainnya.

“Ini tidak mudah, apalagi dalam kondisi di Papua. Oleh karena itu, di Papua dan secara khusus Jayapura itu orang lain tidak (boleh) tau dan hanya kita sendiri yang tau. Kita yang (sudah) hidup lama disini, kita yang tau bagaimana karakter tentang Jayapura maupun karakter tentang Papua,” tuturnya.

Karena itu, kata Mathius, akhir-akhir ini ada sedikit angin-angin yang sedikit menggangu, ada cobaan-cobaan kecil yang muncul di sekitar kita atau ada cobaan terhadap komitmen yang telah kita bangun yakni, zona integritas kerukunan yang telah kita sepakati bersama.

“Saya berharap (persoalan) ini hanya di dalam keluarga kita sendiri atau di Kabupaten Jayapura ini saja, dan tidak boleh hal ini dibawa keluar. Kita juga batasi bahwa ini adalah persoalan kami sendiri, karena kami yang menikmati dan tinggal disini maka kami yang akan atasi sendiri,” harapnya.

Bupati Mathius juga mengatakan, komitmen zona integritas kerukunan ini penting karena kita disini sendiri yang buat komitmen kerukunan tersebut.

“Meskipun ada sedikit gangguan. Tapi, kita yang ada di Kabupaten Jayapura harus kompak, untuk bersama-sama bagaimana memberikan pikiran-pikiran cerdas yang terbaik dengan saling memberikan penghormatan satu sama lain,” katanya. (Irfan  / Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here