Wakil Wali Kota Rustan Saru Jadi Imam Sholat Dhuha, Tanamkan Keimanan Pelajar Sejak Dini

0
49
Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, MM, saat memimpin Sholat Dhuha bersama anak-anak Pesantren di Masjid Al-Hidayah Jalan Baru Abepura. (Elsye Sanyi / Koran Harian Pagi Papua)
Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, MM, saat memimpin Sholat Dhuha bersama anak-anak Pesantren di Masjid Al-Hidayah Jalan Baru Abepura. (Elsye Sanyi / Koran Harian Pagi Papua)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Dalam rangka menumbuhkembangkan iman dan ketakwaan anak sedini mungkin, Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, MM memimpin Sholat Dhuha bersama anak-anak Pesantren yang berada di jenjang TK, SD dan SMP, sekaligus memberikan motivasi dan bantuan perlengkapan sekolah kepada anak-anak pesantren, bertempat di Masjid Al-Hidayah Distrik Abepura, Rabu (14/3/2018) pekan kemarin.

 

Rustan mengatakan  tujuan dipimpinnya sholah Dhuha ialah untuk memberikan teladan dan mengajari anak bagaimana sholat, sekaligus menanamkan nilai-nilai keimanan, sosial dan ilmu kepada anak.

 

“Selaku orang tua, saya juga harus memberikan teladan dan contoh kepada anak-anak generasi muda kita bahwa hidup ini perlu adanya nilai-nilai kebaikan, dengan menanamkan rasa keimanan dan keagamaan  sejak dini. Karena anak-anak mencontohi dan mengetahui dari apa yang mereka lihat baik dari orang tua maupun dilingkungan sekolahnya,” ucap Rustan usai memimpin sholat Dhuha.

 

Dikatakannya, apapun profesi dan tugasnya, orangtua memiliki tanggung jawab untuk mengajarkan anak-anak sholat meminta petunjuk dan berkah sebelum melakukan aktifitasnya, khususnya bagi anak dibawah usia 17 tahun perlu dibina dengan baik dan benar.

 

“Jika kita melatih kebiasaan baik melalui Sholat Dhuha di pagi hari maka anak akan kenang dan termotivasi melakukannya terus. Nah, kalau sudah bisa mulai belajar sholat maka kita harus bina dan bimbing terus,  bahwa untuk bekerja itu harus diawali dengan sholat dulu,” pungkasnya.

 

Selain itu, ditegaskan Rustan pentingnya penanaman moral bagi anak berkaitan dengan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa, interaksi sosial yang baik antar umat manusia dan kemudian diisi dengan ilmu-ilmu pengetahuan guna mencerdaskan anak untuk berlomba mencapai prestasi dan cita-citanya.

 

“Jadi dasar iman, sosial dan ilmu mereka dibina sumber dayanya, maka mereka menjadi anak soleh, disayangi sesama, cerdas dan berguna bagi bangsa dan negara,”  cetusnya.

 

Diakuinya juga, selain pesantren, Pemerintah Kota Jayapura juga akan melakukan kunjungan motivasi kepada anak-anak PAUD, TK, SD dan SMP yang beragama Kristen. (Elsye Sanyi / Koran Harian Pagi Papua)