Wakil Bupati (Wabup) Jayapura, Giri Wijayantoro. Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Untuk membahas pola kemitraan, salah satu perusahaan bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit yakni PT Rimba Matoa Lestari (RML) bertemu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura, di Aula Lantai I Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat (16/3/2018) lalu.

Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Jayapura, Giri Wijayantoro yang dihadiri sejumlah Kepala OPD di lingkup Pemkab Jayapura seperti Kepala Dinas TPH Kabupaten Jayapura Adolf Yoku, S.P., M.M., dan juga pihak perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Rimba Matoa Lestari.

Wakil Bupati (Wabup) Jayapura, Giri Wijayantoro membenarkan kalau pertemuan dengan PT Rimba Matoa Lestari untuk membahas terkait pola kemitraan.

“Kalau untuk perkebunan kelapa sawit itu yang kita bicarakan tentang plasma (pola kemitraan),” ujarnya kepada wartawan disela-sela pertemuan tersebut, Jumat (16/3/2018) siang lalu.

Menurutnya, bagaimana masyarakat bisa memiliki (punya) kebun sendiri karena perusahaan wajib memberikan 20 persen untuk menjadi milik masyarakat, sehingga masyarakat bisa merasakan dari kehadiran perusahaan kelapa sawit dengan kewajiban perusahaan itu sekitar 20 persen daripada perkebunan harus milik masyarakat.

“Itu yang sedang kita bahas dengan PT Rimba Matoa Lestari terkait plasma,” paparnya.

Wabup Giri menambahkan, kerjasama ini dengan masyarakat dan sekitar 20 persen itu yang punya tempat (lahan). “Jadi, mereka harus tergabung dalam koperasi. Supaya punya badan usaha dari perkebunan kelapa sawit itu sendiri, agar menjadi milik masyarakat dan bukan milik orang per orang. Kalau orang per orang itukan bisa diperjualbelikan nantinya kasihan juga buat masyarakat, nanti lama-lama malah mereka gak punya. Ini kolektif, tidak bisa diperjualbelikan dan hasilnya saja mereka bisa rasakan,” ujarnya.

“Ya, ini masih sementara dibahas. Kalau sudah selesai berarti kita sudah bisa tandatangan MoU kerjasamanya dan sedang dibahas baik buruknya untuk masyarakat itu sendiri,” paparnya.

Sementara itu, Fanny selaku Manajer Government Relation di P.T. Rimba Matoa Lestari mengatakan, pertemuan ini untuk membahas pola kemitraan antara perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Rimba Matoa Lestari dengan salah satu koperasi yang telah dibentuk di Distrik Unurum Guay.

“Ya, agenda kita hari ini (Jumat, 16/3/2018 lalu) adalah memaparkan pola kemitraan perusahaan kita dengan koperasi yang sudah terbentuk di Unurum Guay,” katanya.

“Jadi, kita juga menawarkan pola kemitraan kepada masyarakat. Karena kita adalah perusahaan pionir atau perusahaan pertama, sehingga kita perlu memberikan penjelasan dan juga pemahaman kepada Pemda setempat,” sambungnya menjelaskan.

Hal-hal yang dibahas dalam pertemuan tersebut, kata Fanny, mengenai pola-pola kemitraan dan juga tahapan-tahapannya seperti apa dalam melakukan kemitraan itu.

“Tapi, pada dasarnya memang mengenai keseluruhan yang akan kita kerjakan selama satu siklus tersebut. Karena kebun kelapa sawit itu dibangun dan dijalakan selalam kisaran 25-30 tahun, jadi kita perlu paparkan apa yang akan kita laksanakan selama 30 tahun ini,” ujarnya. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)